Selasa 17 Sep 2013 15:55 WIB

Tentara Pembebasan Suriah Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur

A Syrian Air Force fighter jet launches missiles at El Edaa district in Syria's northwestern city of Aleppo September 1, 2012.
Foto: Reuters/Youssef Boudlal
A Syrian Air Force fighter jet launches missiles at El Edaa district in Syria's northwestern city of Aleppo September 1, 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengklaim menembak jatuh sebuah pesawat perang MiG di wilayah Dama, Idlib, Suriah.

Koordinator Pers FSA Luey Mikdad pada Senin waktu setempat yang mengumumkan klaim itu mengatakan dua pilot pesawat tempur Jet MIG-21 yang ditembak jatuh berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar lalu menggunakan parasut.

"Kita memulai operasi pencarian di daerah itu untuk mencari reruntuhan pesawat tersebut," kata Mikdad kepada AA pada Senin (16/9) waktu setempat.

Komite Koordinasi Lokal Suriah (LCC) seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, juga mengklaim bahwa satu pesawat tempur yang membom daerah-daerah pemukiman juga berhasil dijatuhkan.

Turki tembak jatuh helikopter Suriah

Pada Senin, Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc mengatakan jet tempur negaranya telah menembak jatuh sebuah helikopter Suriah di perbatasan Turki pada pukul 14.25 waktu setempat.

Berbicara dalam jumpa pers setelah rapat Dewan Menteri dipimpin oleh Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Turki Ankara, Arinc mengatakan, helikopter PI 17 pada pukul 14.20 waktu setempat Senin melakukan pelanggaran perbatasan dua kilometer ke arah Yayaladagi, wilayah Provinsi Hatay Guvecci di sepanjang perbatasan bersama Suriah.

"Meskipun telah diperingatkan terus-menerus oleh unsur-unsur pertahanan udara, dan berkali-kali, pelanggaran terus berlangsung dan pesawat kami yang lepas landas dari bandara Malatya menghantam helikopter itu dengan rudal yang kemudian jatuh di wilayah Suriah," kata Arinc.

"Sampai sekarang, kami belum menerima informasi apapun mengenai awak pesawat itu, yang jatuh di sisi Suriah."

Mengingatkan bahwa pengawasan udara Turki dilakukan selama 24 jam, Arinc mencatat bahwa peraturan keterlibatan Turki telah berubah dan praktek baru dilaksanakan setelah (Suriah) terus menyerang dan mengganggu sampai ke dalam daerah terutama Akcakale dan Viransehir.

Arinc menyatakan bahwa Bashar dan para pendukungnya masih memegang senjata konvensional, sehingga mereka akan terus membunuh orang. Dia mengatakan, sekitar 120.000 orang telah tewas di Suriah menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang belum dibantah oleh pemerintahan Suriah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement