Ahad 22 Sep 2013 19:54 WIB

Elit Militer Iran Ingatkan Bahaya Berhubungan dengan AS

Rep: Ichsan Emrald Alamsyah / Red: Djibril Muhammad
Bendera Iran  (ilustrasi)
Foto: politico.ie
Bendera Iran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (ICRG) memperingatkan bahaya berhubungan dengan Amerika Serikat. Hal itu mereka ungkapkan kepada diplomat Iran menjelang pertemuan dengan pemerintah Amerika Serikat.

ICRG mengeluarkan pernyataan, Sabtu (21/9), dengan menyatakan diplomat Iran perlu belajar dari sejarah. Sehingga diplomat negeri Mullah itu bisa berhati-hati dan skeptis ketika mengawasi kebiasaan pejabat Gedung Putih.

Hal ini perlu dilakukan AS bisa menghargai dan mengakui hak Iran ketika sedang menjalin dialog. IRGC, dalam pernyataan yang disiarkan media nasional Tasnim juga menambahkan, mereka akan mendukung inisiatif yang sesuai dengan kepentingan dan strategi yang dibuat Ayatullah Ali Khamenei.

IRGC yang umumnya memiliki peran penting sebagai penjaga revolusi Iran sejak 1979, benar-benar dalam tekanan ketika tak lagi ikut arus dalam politik. Khususnya mendukung rencana Pemerintah Iran yang baru untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Barat.

Pada Selasa kemarin, Khamenei tampil dan memberikan dukungan kuat kepada Presiden Hassan Rouhani untuk berhubungan dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan setuju dengan rencana yang ia sebut fleksibelitas yang heroik.

Rouhani, mengulang kata-kata Khamenei, menyatakan, IRGC tak perlu aktif dalam arena politik walau sudah sangat familiar akan hal itu.

Selama ini Amerika Serikat dan sekutu menuduh Iran berencana menghasilkan senjata pemusnah massal itu dalam program Nuklir mereka. AS juga menerapkan sanksi ekonomi yang sangat berat kepada Iran.

Analisis menyatakan Rouhani perlu bekerja keras dan meyakinkan AS dan sekutu, dalam Majelis Umum PBB di New York, pekan depan. Hal ini perlu dilakukan agar Barat mau kembali duduk membicarakan program nuklir dan mencabut sanksi mereka.

Presiden Barack Obama dan pejabat AS telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka akan melihat niat Presiden Rouhani untuk menemukan solusi diplomatik terkait nuklir.

Bahkan Gedung Putih membuka kemungkinan pertemuan dengan Rouhani ketika ia berkunjung ke New York. Beberapa pejabat AS juga mengakui keinginan bertemu dua pemimpin setelah kebuntuan semenjak revolusi Islam Iran pada 1979.

Pernyataan IRGC datang ketika Iran menggelar peringatan Pekan Pertahanan Suci, untuk mengingat Perang 1980-1988 dengan tetangga mereka Irak. Baik IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran akan memperlihatkan teknologi terkini persenjataan mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement