Selasa 08 Oct 2013 15:20 WIB

Tujuh Kesepakatan KTT APEC 2013

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nidia Zuraya
Presiden SBY saat membuka KTT APEC 2013.
Foto: AP Photo/Wong Maye-E
Presiden SBY saat membuka KTT APEC 2013.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) mencapai puncaknya pada Selasa (8/10). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan tujuh hal yang menjadi sorotan dalam pertemuan tingkat tinggi 21 pimpinan negara anggota APEC.

Pertama, para pimpinan (leaders) negara anggota sepakat untuk melipatgandakan upaya untuk mencapai Bogor Goals pada 2020. Pimpinan berbagi pandangan bahwa semua ekonomi APEC harus memperoleh hasil dari kerja sama APEC.

Kedua, APEC sepakat untuk meningkatkan perdagangan intra APEC atau perdagangan intra daerah, melalui fasilitasi perdagangan, pembangunan kapasitas, dan fungsi sistem perdagangan multilateral. Referensi perdagangan multilateral merupakan pengakuan bahwa meskipun promosi,seperti kerjasama perdagangan intra APEC membawa manfaat konkrit untuk ekonomi APEC, keberhasilan rezim multilateral masih sangat kritis.

“Dalam hal ini, kami telah menyepakati deklarasi yang mendukung sistem perdagangan multilateral. Kami juga sepakat untuk memastikan keberhasilan pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kesembilan pada Desember 2013 nanti di Bali,” ujar Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10).

Ketiga, anggota APEC sepakat untuk mempercepat pembangunan fisik, institusional, dan konektivitas people to people. Dalam hal ini, lanskap strategis dan konektivitas akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menjamin keamanan kerja.

Presiden Yudhoyono menyoroti bahwa konektivitas dapat membantu mengurangi biaya produksi dan transportasi, memperkuat rantai pasokan regional, dan meningkatkan iklim usaha di daerah. Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan konektivitas akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menjamin keamanan kerja.

Keempat, anggota APEC mengeaskan kembali komitmennya untuk mencapai kekuatan yang seimbang, dalam hal pertumbuhan global, berkelanjutan dan inklusif. Dalam proses ini,anggota APEC sepakat untuk memfasilitasi partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan wirausahawanperempuan. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita,” ujar Presiden Yudhoyono.

Kelima, mengingat keterbatasan sumber daya. Anggota APEC bersepakat untuk bekerja sama meningkatkan pangan regional, energi, dansumber daya air. Upaya ini ditujukan untuk menanggapi tantangan pertumbuhan penduduk dan dampak negative perubahan iklim.Pada KTT di Bali ini, anggota-anggota APEC mulai melihat masalah ini secara holistic.

Keenam, anggota APEC sepakat untuk memastikan sinergi APEC dan saling melengkapi dalamhal kerja sama multilateral dan regional lainnya, misalnya KTT Asia Timur dan G20. Hal ini penting, kata Presiden Yudhoyono, untuk menciptakan arsitektur kemitraan ekonomi.

Ketujuh, anggota APEC sepakat untuk bekerja sama erat dengan sektor bisnis melalui APEC Business Advisory Council (ABAC) untuk mencapai tujuan perdagangan bebas dan terbuka, serta investasi. Kolaborasi yang kian dekat akan menghasilkan situasi yang win-win, terutama pada saat ekonomi globalbelum sepenuhnya pulih.

Secara keseluruhan, Presiden Yudhoyono menilai KTT APEC 2013 berhasil dan sangat produktif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement