Rabu 09 Oct 2013 09:45 WIB

Obama Tekan Parlemen untuk Buka Kembali Pemerintahan

Rep: Nur Aini/ Red: Dewi Mardiani
Ketua DPR AS John Boehner
Foto: AP
Ketua DPR AS John Boehner

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, meminta Kongres untuk mengakhiri penutupan pemerintahan dan mencabut plafon utang. Dia memperingatkan parlemen tidak bisa memeras dalam politik.

Dalam laporan Al-Jazeera, edisi Selasa (8/10) malam, Obama mengaku pihaknya mau bernegosiasi dengan partai Republik terkait isu fiskal dan undang-undang perawatan kesehatan. Dia meminta John Boehner, juru bicara parlemen untuk mengadakan jajak pendapat yang mengakhiri penutupan pemerintahan dan mencabut plafon utang.

Sebagian layanan pemerintah AS ditutup selama lebih dari satu pekan karena Kongres tidak meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September lalu. Puluhan anggota parlemen dari Republik ingin anggaran juga menyertakan penundaan implementasi undang-undang perawatan kesehatan yang akan berlaku bulan ini.

Partai Demokrat ingin anggaran tidak mengubah undang-undang perawatan kesehatan. Namun, Boehner menolak untuk membuat pemungutan suara di parlemen, majelis rendah, karena akan menimbulkan perbedaan pendapat dalam jajaran partai Republik.

Menanggapi komentar Obama, Boehner mengatakan tuntutan presiden AS seperti meminta Partai Republik menyerah tanpa syarat. Boehner bersikeras ingin praktek lama dipegang dibanding bernegosiasi soal anggaran atau kesepakatan utang.

Krisis fiskal AS semakin mengkhawatirkan dalam sembilan hari ke depan saat pemerintah AS kehabisan uang untuk membayar utang. Jika kongres tidak menaikkan plafon surat utang dari level saat ini 16,7 triliun dolar AS, pemerintah akan gagal bayar utang, dan membuat pasar keuangan global dalam kepanikan.

"Segera setalah jajak pendapat kongres untuk membuka kembali pemerintah, itu juga jajak pendapat untuk komitmen pemerintah membayar utang, meningkatkan plafon utang," ujar Obama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement