REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Empat belas orang tewas dan beberapa orang lainnya dilaporkan hilang saat topan kuat menghantam bagian tengah dan timur laut Jepang dengan membawa angin kencang dan hujan lebat.
Di Pulau Izu Oshima, yang berada sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Tokyo, 13 orang dikonfirmasi tewas dan sebanyak 30 rumah rusak total diterjang lumpur longsor yang dipicu badai tersebut.
Curah hujan sebanyak 122,5 milimeter per jam, yang tak pernah terjadi sebelumnya, tercatat di pulau itu. Tim pertolongan Departemen Pemadam Tokyo akan dikerahkan. "Departemen Kepolisian Metropolitan berencana mengirim satu tim pertolongan khusus ke pulau tersebut," kata kantor berita Kyodo, seperti disadur dari Xinhua, Rabu (16/10).
Sementara di Machida, Tokyo, seorang perempuan meninggal setelah hanyut dibawa air sungai yang meluap. "Banyak orang masih belum ditemukan di Wilayah Kanto, yang berpusat di Ibu Kota Jepang, Tokyo, termasuk dua anak lelaki yang dilaporkan dihanyutkan gelombang besar di Ninomiya, Prefektur Kanagawa, kata Kepolisian Nasional," bunyi laporan Kyodo.
Topan itu membuat layanan angkutan lokal, seperti beberapa layanan kereta peluru di Jalur Shinkansen Tohoku, Yamagata, Joetsu, Nagano dan Tokaido, terhenti. Sedangkan 193 penerbangan dalam negeri Japan Airlines Co dan 211 penerbangan domestik serta internasional All Nippon Airways Co dibatalkan.
Pemerintah Jepang telah mendirikan kantor penghubung di kantor perdana menteri untuk mengumpulkan keterangan yang berkaitan dengan topan.
Hingga pukul 11.00 waktu setempat, Wipa, topan ke-26 tahun ini, bergerak ke arah utara-timur-laut dengan kecepatan sekitar 75 kilometer pre jam sekitar 150 kilometer di sebelah timur-tenggara Ishinomaki di Prefektur Miyagi, kata Badan Meteorologi Jepang (JMA).
"Kekuatan topan tersebut diperkirakan turun menjadi topan ekstra-tropis pada Rabu siang waktu setempat di Samudra Pasifik di sebelah timur Wilayah Tohoku," kata JMA.