Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Syarat Jadi Kucing di Australia Barat: Dikebiri dan Terdaftar

Rabu 16 Oct 2013 21:56 WIB

Red:

Kucing

Kucing

PERTH -- Mulai 1 November Negara Bagian Australia Barat (WA) memberlakukan undang undang baru yang mengharuskan kucing berumur di atas enam bulan diberi microchip, terdaftar dan dikebiri.

Menteri Pemerintahan Daerah Negara Bagian Australia Barat, Tony Simpson, mengatakan ribuan kucing dan anak kucing dimatikan, sementara 200 ribu kucing setiap tahun dibunuh dengan cara cepat tanpa menimbulkan sakit di Australia

Simpson mengklaim dia belum mengetahui berapa jumlah kucing liar yang ada di WA tetapi jumlahnya sangat banyak. Dia juga mengungkapkan Undang Undang Kucing itu bertujuan untuk mengurangi jumlah kucing dan mendorong agar pemiliknya bertanggung jawab. “Dari pandangan kamu, ada lima ribu kucing tiap tahun yang dimatikan bukan karena kesalahan mereka sendiri," katanya.

Microchip kucing juga sekaligus mendaftarkan ke dewan lokal di bawah UU yang baru itu. "Kucing juga harus penanda dan tanda registrasi sehingga kita bisa menyatukan kembali kucing hilang dengan pemiliknya," tutur Simpson.

Sebelumnya parlemen mendapat informasi kalau sejumlah pemerintah daerah sudah memiliki undang-undang kucing, tapi sekarang hukum itu akan diberlakukan di seluruh negara bagian. Undang-undang baru itu mirip dengan UU Anjing di mana semua anjing harus terdaftar.  Biayanya AUD$ 10 per tahun untuk mendaftarkan anjing yang dikebiri dan AUD$ 30 untuk mendaftarkan satu anjing tanpa dikebiri.

Sedangkan untuk kucing akan menelan biaya sekitar AUD$ 100 buat kucing yang dikebiri AUD$ 30-50 untuk menyisipkan microchip.

Pemerintah Negara Bagian menyediakan dana dukungan lebih dari AUD$3 juta buat pemerintah lokal dan LSM kesejahtaraan hewan untuk mensubsidi biaya pengebirian kucing peliharaan milik pensiunan dan keluarga berpenghasilan rendah.

Sekitar 90 persen pemilik kucing peliharaan sudah siap mengkebiri kucing mereka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA