Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Sydney Opera House: Ikon Australia Karya Arsitek Denmark

Jumat 25 Oct 2013 16:21 WIB

Red:

Sydney Opera House

Sydney Opera House

SYDNEY -- Sydney Opera House atau Gedung Opera Sydney memperingati HUT-nya yang ke-40 tahun ini. Namun, proyek pembangunan gedung opera itu sebenarnya telah dimulai dengan serius di tahun 1954 ketika Menteri Utama New South Wales Joe Cahill membentuk komisi untuk membangun "suatu bangunan yang akan menjadi ciri negara bagian bukan hanya untuk hari ini tapi ratusan tahun".

Saat itu, suatu kompetisi disain internasional diluncurkan, menyerukan "gedung opera terbaik yang dapat dibangun". Kompetisi itu menarik 233 peserta dari seluruh dunia.

Dewan juri memilih karya arsitek Denmark Jørn Utzon, 38 tahun, sebagai pemenangnya. Pada bulan Agustus 1958, proses pembangunan dimulai.

Utzon mulai bekerja dengan pertimbangan bahwa diperlukan waktu 18 bulan untuk mengembangkan dokumen disain bagi proyek itu, yang pada akhirnya akan selesai 15 tahun kemudian.

Tapi pada waktu gedung tersebut diresmikan pada tanggal 20 Oktober 1973, proyek itu sudah mengalami beberapa peristiwa yang menyebabkan perubahan design: kematian tak terduga Cahill, perubahan pemerintah negara bagian, kekhawatiran tentang penundaan dan pertikaian soal anggaran, semuanya diperburuk oleh laporan media terus-menerus seputar proyek itu.

Di tahun 1966, muncul sengketa antara Utzon dan pemerintah negara bagian terkait kemajuan proyek, yang pada akhirnya menyebabkan Utzon mengundurkan diri di bawah tekanan yang hebat.

Dukungan masyarakat dan profesional terhadap Utzon di Sydney dan di dunia internasional cukup besar. Pernah terjadi aksi mendukung kembalinya Utzon ke proyek itu yang dilancarkan oleh lebih dari 1.000 orang yang berbaris ke gedung Parlemen.

Tetapi, pemerintah negara bagian, yang ingin menunjukkan kemajuan proyek, dengan segera menunjuk sebuah panel yang diketuai oleh Peter Hall.

Jørn Utzon tidak pernah kembali ke Australia meskipun banyak upaya rekonsiliasi dilakukan oleh semua pihak.

Tapi di tahun 2004, ia menerima undangan untuk berkolaborasi mendisain kembali interior beberapa bagian Opera House.

Di tahun 2007, Sydney Opera House masuk ke dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sydney Opera House tetap merupakan salah satu gedung pertunjukan paling ramai di dunia, dengan lebih dari 1.500 event setahun, dan dikunjungi oleh 8,2 juta orang  setiap tahun.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA