Senin 21 Oct 2013 14:40 WIB

Stabilitas Keamanan Jadikan Maroko Destinasi Investasi Perminyakan

Kilang minyak/ilustrasi
Foto: desmogblog.com
Kilang minyak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Perusahaan-perusahan perminyakan internasional berlomba memasuki pasar Maroko karena stabilitas negara itu yang dianggap kuat.

Maroko menjadi destinasi investasi yang paling banyak dilirik dibandingkan negara penghasil minyak (OPEC) lain di Afrika Utara seperti Aljazair dan Libya.

Damon Neaves, Managing Director Pura Diva Energy dari Australia mengatakan, 10 sumur eksplorasi akan dibor di Maroko dalam 12 sampai 18 bulan ke depan. Ini lebih banyak dari hanya 9 pemboran sejak tahun 1990.

"Aktivitas pemboran itu mewakili investasi 500 juta sampai 1 miliar USD, dan ini menjadi bukti kepercayaan yang tinggi bagi industri ini," kata Neaves kepada Reuters, Senin (21/10).

Penemuan teknologi terbaru dalam eksplorasi minyak lepas pantai, juga membuat Maroko menjadi sangat potensial karena mempunyai garis pantai perairan Atlantik yang cukup luas.

"Negara ini masih alami dan belum tereksplorasi dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di dunia."

Perusahaan Inggris, BP, merupakan perusahaan yang paling terakhir masuk Maroko. Sebelumnya, Kosmos Energy, Cairn Energy dan Chevron sudah masuk terlebih dahulu ke negara yang diprediksi bakal menjadi Norwegia-nya Afrika Utara ini.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement