Senin 28 Oct 2013 15:13 WIB

AS Hentikan Penyadapan Atas Merkel?

Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Badan Kemanan Nasional (National Security Agency /NSA) Amerika Serikat berhenti memata-matai Kanselir Jerman Angela Merkel dan sejumlah kepala negara lainnya setelah pihak Gedung Putih mengetahui hal tersebut, demikian harian Wall Street Journal melaporkan pada Senin.

Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama baru mengetahui tindakan penyadapan elektronik NSA pada pertengahan tahun ini setelah memerintahkan pemeriksaan internal.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa NSA menyadap hubungan telephon 35 pemimpin negara, kata sumber yang dirahasiakan identitasnya oleh Wall Steet Journal. Gedung Putih kemudian menghentikan program tersebut.

Beberapa penyadapan kepada kepala negara tersebut masih dilakukan sampai sekarang namun sudah terdapat jadwal spesifik untuk menghentikannya.

Sejumlah pejabat mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa presiden tidak diberitahu mengenai hal tersebut karena terlalu banyak operasi penyadapan yang dilakukan oleh NSA.

Laporan kepada Obama hanya menyangkut prioritas pengumpulan informasi intelejen dan para pembantu presidenlah yang menentukan secara spesifik siapa yang menjadi taget penyadapan.

"Keputusan (menyadap pemimpin negara sahabat) dilakukan oleh NSA. Presiden tidak mengatahui hal tersebut," kata seorang pejabat yang dirahasiakan identitasnya.

Menurut pejabat tersebut, rencana penghentian program penyadapan pemimpin negara sekutu Amerika Serikat seperti Merkel tidak mudah dilakukan karena mereka mungkin di masa depan akan berkomunikasi dengan orag-orang yang diawasi oleh Washington.

Laporan Wall Street Journal tersebut bertentangan dengan berita dari majalah mingguan asal Jerman, Bild am Sonntag. Majalah tersebut sebelumnya mengabarkan bahwa kepala NSA Jenderal Keith Alexander telah memberi tahu Obama mengenai operasi penyadapan Merkel pada 2010.

Di Washington, juru bicara NSA Vanee Vines membantah laporan dari Bild.

"Kepala NSA tidak pernah membicarakan operasi intelejen yang melibatkan Kanselir Merkel pada 2010 dengan Presiden Obama," kata Vines.

"Laporan berita yang mengklaim hal lain adalah tidak benar," kata dia.

Tuduhan penyadapan, yang didasarkan pada dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor pertahanan Amerika Serikat Edward Snowden, mengindikasikan bahwa badan mata-mata Amerika Serikat telah mengakses komunikasi elektronik puluhan pemimpin negara lain.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement