Rabu 30 Oct 2013 20:20 WIB

Di Canberra, Kodok Pun Disensus

Red:
Sensus Kodok
Sensus Kodok

CANBERRA -- Seiring berlalunya senja di Kota Canberra, puluhan orang menerobos kegelapan. Misinya: mengejar "warga" di ibu kota Australia yang lebih memilih didengar daripada dilihat.

Saat sekelompok orang tiba di daerah Dickson Wetland, di utara kota, gema suara "warga" yang diincar ini sudah terdengar nyaring di tengah udara malam yang dingin.

Inilah sensus kodok tahunan yang digelar Pemerintah Canberra dan organisasi Pengamat Kodok Frogwatch. Sensus diadakan untuk memonitor dan melindungi hewan amphibi tersebut.

Salah seorang voluntir Isobel Crawford mengatakan, ia ikut kegiatan ini lebih untuk mendengar suara kodok daripada menonton mereka. "Lebih gampang mensurvei mereka melalui pendengaran daripada penglihatan," tuturnya.

Voluntir lainnya Tony Howard mengaku menikmati aktivitas ini. "Mungkin karena kami sudah ketagihan dengan lingkungan alam sekitar," katanya.

Koordinator Frogwatch Anke Maria Hoefer menjelaskan, sensus tahunan ini dilakukan sejak 2002 dan tahun ini diikuti sekitar 200 voluntir.

Ia menjelaskan, pendataan kodok dilakukan di 300 titik, diharapkan menghasilkan data yang bisa menjadi pertimbangan bagi pengelolaan lingkungan dan rencana pengembangan kota.

Menurut Hoefer, populasi kodok dunia mengalami penurunan disebabkan serangan penyakit. "Di Australia sendiri kita telah kehilangan spesies tertentu," katanya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement