Jumat 15 Nov 2013 21:03 WIB

Myanmar Bebaskan 69 Tapol

Bendera Myanmar
Foto: wikipedia
Bendera Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON, MYANMAR -- Myanmar pada Jumat mengatakan pihaknya telah membebaskan puluhan aktivis yang ditahan saat bekas negara paria yang cepat berubah itu menjadi tuan rumah para pengunjung internasional tingkat atas, termasuk dari Uni Eropa.

Sekitar 69 tahanan dibebaskan, yang terbaru dalam serangkaian pembebasan yang diamati secara internasional sebagai penanda utama tampilnya negara itu dari kekuasaan militer.

"Komite untuk meneliti status sisa tahanan politik akan terus bekerja untuk memberikan amnesti kepada semua tahanan politik yang tersisa sebelum akhir Desember 2013," kata satu pernyataan kantor presiden.

Pengumuman ini datang pada saat Myanmar sebagai tuan rumah delegasi internasional. Presiden reformis Thein Sein menjadi tuan rumah Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton pada Kamis sebagai bagian dari misi luas Eropa ke negara itu.

Dia juga bertemu dengan mantan presiden AS Bill Clinton, yang berada di Myanmar atas nama yayasan, sementara mantan perdana menteri Inggris Tony Blair juga berada di negara itu.

Thein Sein, yang telah memenangkan pujian internasional dan penghapusan sebagian sanksi Barat untuk reformasinya, mengumumkan selama kunjungan pertamanya ke London pada Juli bahwa akan ada "tidak ada tahanan hati nurani di Myanmar" pada akhir tahun ini.

sumber : Antara/ AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement