Rabu 20 Nov 2013 13:39 WIB

Polisi Mesir Serbu Demonstran, 16 Orang Alami Cedera

Militer Mesir
Foto: AP/Hassan Ammar
Militer Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Polisi anti huru-hara Mesir yang didukung kendaraan-kendaraan lapis baja menyerbu Lapangan Tahrir, Kairo, Selasa malam untuk membubarkan para pemrotes yang melemparkan batu. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Para pemrotes sedang memperingati ulang tahun protes-protes yang mematikan tahun 2011 terhadap militer yang berkuasa semasa penggulingan presiden Husni Mubarak. Militer kini menggulingkan pengganti Mubarak, Muhammad Mursi, yang dipilih secara demokratis pada Juni 2012.

Mesir terbelah antara para pendukung Moursi dan militer yang menggulingkannya. Tetapi, para pemrotes Selasa itu menuduh kedua pihak mengkhianati tujuan dari pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan Hosni Mubarak itu.

Bentrokan meletus dekat markas besar Liga Arab di pinggir Lapangan Tahrir di mana jutaan orang berunjuk rasa untuk mendesak Mubarak dan lebih dua tahun kemudian Mursi mundur.

Polisi melepaskan tembakan gas air mata ke para pemrotes, yang melemparkan batu-batu, sebelum menyerbu lapangan itu dengan menggunakan kendaraan-kendaraan lapis baja. Aparat mengusir ratusan pemrotes ke jalan-jalan.

Pejabat kementerian kesehatan, Ahmed Al-Ansari, mengemukakan kepada AFP bahwa sebanyak 16 orang cedera dalam aksi kekerasan itu, termasuk seorang pria yang luka di mata. Para demontran menutup muka mereka untuk menghadapi gas air mata.

"Saya di sini untuk membalas dendam atas kawan-kawan saya yang tewas di Jalan Raya Mohammed Mahmud," kata seorang pemrots muda yang mengaku bernama Mohamed.

Setidaknya 43 pemrotes tewas dalam beberapa hari bentrokan dengan polisi di jalan raya Moahmed Mahmud persis di pinggir Lapangan Tahrir pada tahun 2011.

sumber : Antara/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement