Senin 25 Nov 2013 12:23 WIB

Kepolisian Kanada Rancang Jilbab untuk Polwan

Rep: Ichsan Emrald Alamsyah/ Red: Hazliansyah
Polwan Norwegia, Keltoum Hasnaoui Missoum yang bisa mengenakan jilbabnya
Foto: alarabiya.net
Polwan Norwegia, Keltoum Hasnaoui Missoum yang bisa mengenakan jilbabnya

REPUBLIKA.CO.ID, EDMONTON -- Kepolisian Kanada pada pekan ini tengah mengembangkan desain jilbab untuk polisi wanita (polwan) Muslimah yang berdinas di Edmonton.

Walau belum ada rancangan yang disetujui, namun kepolisian negara itu telah melihat dua macam prototipe jilbab yang mungkin bisa digunakan ke depan.

"Desain pertama adalah jilbab hitam dengan kancing yang ditempatkan pada kedua sisi kepala. Sementara, desain lainnya adalah jilbab dengan beberapa kancing yang dipasang di sepanjang leher,” kata Manajer Persamaan Keanekaragaman dan HAM Kepolisian Edmonton, Natasha Goudar, seperti dikutip dari World Bulletin, Senin (25/11).

Dikatakannya, desain jilbab tersebut sebenarnya belum siap untuk digunakan polwan di Edmonton saat ini, lantaran masih diperlukannya persetujuan internal lebih lanjut.

Meskipun demikian, kata dia, dengan memasukkan jilbab sebagai salah satu atribut resmi polwan Muslimah, diharapkan akan banyak perempuan Kanada yang memilih kepolisian sebagai tempat berkarier mereka.

Ia menuturkan, wanita Muslimah telah menjadi bagian dari keanekaragaman masyarakat yang tinggal di Edmonton.

“Karenanya, jika kita ingin meningkatkan jumlah tenaga perempuan dalam organisasi (kepolisian) ini, tentunya kita perlu mengidentifikasi hambatan potensial yang ada dan mencari solusinya,” kata Goudar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement