Ahad 01 Dec 2013 08:19 WIB

Pengasuh Anak di Australia Kian Beragam

Red:
Anak dan Orang Tua
Anak dan Orang Tua

BRISBANE -- Sistem layanan asuhan anak di Australia saat ini beradaptasi untuk menyikapi demografi penduduk yang berubah. Lebih banyak orangtua tunggal yang menjadi pengasuh dan banyak juga pengasuh jangka pendek yang direkrut untuk memenuhi kebutuhan anak yang dianggap tak bisa diasuh dengan layak oleh keluarganya sendiri. 

Puluhan ribu anak di Australia dianggap memerlukan keluarga asuh, termasuk sekitar 7.500 anak di Queensland.

Mereka dianggap perlu menerima layanan asuh karena berbagai sebab, yang mengakibatkan keluarganya tak bisa atau tak layak merawat mereka. Saat ini, mereka yang menawarkan diri untuk mengasuh anak-anak tersebut makin beragam.

Menurut Matthew Lupi, Direktur Eksekutif bidang keamanan anak di Departemen Komunitas negara bagian Queensland, selama ini ada anggapan seseorang hanya bisa menjadi pengasuh bila orang tersebut ibu tidak bekerja yang berasal dari keluarga dengan orang tua lengkap. Atau, bila orang tersebut bersedia jadi pengasuh seumur hidupnya.

Kampanye yang dilakukan departemennya mencoba mengubah anggapan semacam itu.

“Ada orang bisa mengasuh selama dua, tiga atau empat tahun. Jadi ada orang yang berkomitmen mengasuh selama periode yang lebih singkat. Sebelumnya orang mendaftar menjadi pengasuh selama 20 tahun atau lebih,” jelas Lupi.

Contoh pengasuh yang terlihat unik adalah Angela Richardson, mahasiswa dan orangtua tunggal berusia 31 tahun dari Brisbane.

Ibu Richardson dahulu juga seorang orangtua asuh. Saat Richardson baru berusia 21 tahun, salah satu anak asuh ibunya ingin pindah. Ia menawarkan untuk mengambil tanggung jawab menjaga anak asuh tersebut. Anak tersebut pun kemudian tinggal sementara dengan Richardson.

“Ibu saya khawatir, saya masih berusia 20an tahun. Kebanyakan orang berusia 21 tahun sibuk berpesta dan mencari teman. Tapi saya lihat ada kebutuhan, dan merasa bahwa saya bisa melakukan itu,” cerita Richardson,

“Memang saya kehilangan beberapa teman, dan tidak bisa pergi ke luar atau melakukan hal-hal sebanyak orang lain, namun itu semua setimpal,” katanya.

Dalam waktu 10 tahun hingga sekarang, Richardson telah menjalankan tiga pengasuhan jangka panjang dan juga terkadang menjadi pengasuh pengganti.

“Sulit menjalankannya. Terkadang, perilaku mereka benar-benar luar biasa. Ada anak berusia 15 tahun yang masih bertingkah seperti anak berumur lima tahun,” ceritanya.

James Visser telah menjadi pengasuh selama 12 tahun. Saat ini ia merawat dua remaja. Ia adalah pengasuh khusus anak-anak dengan perilaku sulit.

Menurutnya, pengalaman menjadi pengasuh sangat berharga, dan memperluas wawasannya.

Sebagai pengasuh tunggal, Visser menghadapi berbagai tantangan, tapi yang penting adalah bahwa ia menyediakan tempat aman untuk anak-anak tumbuh dewasa.

“Anggapan tradisionalnya adalah bahwa anda selaku pengasuh akan meminta bantuan, nasihat pasangan anda, menjadi anggota tim,” jelasnya. “Anda harus lebih memperhatikan waktu yang anda miliki. Kalau anda bekerja dan ingin merawat anak, seperti keluarga manapun, anda harus mempertimbangkan misalnya apa yang akan terjadi saat liburan sekolah.”

Departemen Komunitas Queensland mendorong agar lebih banyak warga negara tersebut yang terlibat dalam sistem pengasuhan. Tahun lalu, sebanyak 1.400 keluarga telah direkrut.

Muncul juga layanan-layanan yang membantu meringankan beban pengasuh, seperti Pyjama Foundation.

Para sukarelawan Pyjama Foundation melakukan aktivitas dengan anak-anak seperti membacakan buku, bermain permainan yang mendidik, serta membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Menurut Richardson, semua anggota masyarakat bisa membantu anak-anak.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement