Jumat 29 Nov 2013 16:21 WIB

Begini Jawaban Singapura Soal Dugaan Penyadapan

Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA.CO.ID
Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Singapura menyatakan tak akan membenarkan atau membantah tuduhan bahwa negara itu menjadi bagian dari jejaring spionase elektronik pimpinan Amerika Serikat di Asia.

Menteri Luar Negeri K. Shanmugam menyatakan kepada Indonesia dan Malaysia yang telah memanggil para duta besarnya pekan ini mengenai laporan keberadaan jejaring itu bahwa negara kota tersebut tak berniat merusak hubungan dengan kedua tetangga dekatnya itu.

"Anda tak bisa berkata, ini lima persen benar atau 95 persen benar, bahwa kita bekerjasama dengan Amerika dan Australia pada aspek kontraterorisme ini namun tidak aspek ini," katanya seperti dimuat laman Straits Times.

Dia mengatakan perdebatan mengenai hal ini tak akan ada ujungnya.

"Intinya adalah bahwa Indonesia dan Malaysia tahu bahwa kita tak ingin melakukan sesuatu yang merusak kepentingan-kepentingan mereka (Indonesia dan Malaysia)," kata dia pada sebuah forum yang diadakan Straits Times.

Komentar ini adalah yang pertama dikeluarkan pemerintah Singapura sejak Sydney Morning Herald Senin pekan lalu melaporkan Singapura dan Korea Selatan memainkan peran kunci dalam jejaring intelijen "Five Eyes" yang menghimpun AS, Inggris, Australia, Kanada dan Selandia Baru.

Shanmugam menjamin kabar penyadapan tak akan memburukkan hubungan dengan dua negara bermayoritas muslim itu karena "apa yang kami lakukan diketahui oleh kita semua (Indonesia dan Malaysia juga mengetahuinya)".

Singapura menjadi mitra militer lama AS di mana Angkatan Laut  AS memiliki pos pembantu logistik dan latihan di Singapura, demikian AFP.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement