Jumat 06 Dec 2013 16:39 WIB

Biden Kritik Sikap Cina Memperlakukan Wartawan

Rep: mgrol21/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Bendera Cina. Ilustrasi.
Foto: Reuters
Bendera Cina. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Wakil Presiden Joe Biden mengatakan AS memiliki "perbedaan pendapat yang mendalam"  dengan Cina atas perlakuan mereka terhadap wartawan AS.

Berbicara kepada para pemimpin bisnis Amerika di Beijing, Kamis (5/12), Biden mengatakan inovasi hanya berkembang di mana surat kabar dapat melaporkan kebenaran tanpa takut terhadap konsekuensinya.

Situs-situs seperti The New York Times dan Bloomberg telah diblokir di Cina sejak akhir tahun llalu setelah masing-masing instansi berselisih dengan Beijing atas beberapa pelaporan.

Ahad ini reporter Bloomber diusir dari sebuah acara kenegaraan Beijing dengan tamu Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Biden juga mengatakan Cina akan menjadi lebih kuat, lebih stabil dan lebih inovatif jika  menghormati hak-hak universal.

Cina secara konsisten berada dekat posisi terbawah dalam daftar tahunan tentang indeks kebebasan pers yang disusun oleh Reporters Without Border. Pada tahun 2011 laporan hak asasi manusia Departemen Luar Negeri AS, menyatakan Cina masih terus menerapkan kontrol ketat terhadap jurnalis asing. Sejumlah staf kantor berita asing juga melaporkan sikap sewenang-wenang dan intimidasi oleh otoritas Cina.

Hanya saja Amerika Serikat--terutama pemerintahan Obama--juga dikiritik ketika menyangkut kebebasan dalam pers. Dalam laporan Komite untuk Perlindungan Jurnalis yang keluar Oktober, menyebut tindakan hukum agresif terhadap kebocoran dan upaya mengontrol informasi menimbulkan efek mengerikan terhadap jurnalis dan whistle blowers rahasia pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement