Jumat 06 Dec 2013 19:15 WIB

Rusia Marah pada Menlu Jerman

Dmitry Medvedev
Dmitry Medvedev

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- PM Rusia Dmitry Medvedev menyebut kesertaan pejabat asing dalam kemelut politik Ukraina sevagai campur tangan. Ia pun mengecam menlu Jerman karena mengunjungi kubu penentang.

Dalam wawancara televisi, Medvedev mengatakan, memang baik bagi pejabat luar negeri menemui pemimpin oposisi Ukraina. "Tetapi ikut dalam kejadian seperti itu adalah ikut campur tangan dalam urusan dalam negeri suatu negara," katanya.

Menurut Reuters, Menlu Jerman Guido Westerwelle berjalan dengan para pemimpin oposisi melewati satu kamp di Taman Kemerdekaan Kiev. Ini merupakan pusat aksi protes atas keputusan pemerintah untuk melepaskan diri dari Uni Eropa dan kembali berpihak pada Rusia.

"Berbicara dengan para pemimpin dan oposisi adalah baik, sangat normal...tetapi mereka bergerak ke dalam jantung kejadian politik, pada satu aksi yang sedang berlangsung adalah bertentangan dengan peraturan mengenai demonstrasi."

"Saya heran bagaimana mitra Jerman kita merasa jika menlu Rusia ikut dalam massa yang berkumpul yang bertentangan dengan peraturan Jerman," katanya. 

"Saya kira mereka melihat ini bukan satu langkah yang bersahabat atau satu hal yang benar."

Keputusan Kiev pada 21 November menyebabkan ratusan ribu orang melakukan protes akhir pekan lalu. Yaitu, keputusan untuk tidak menandatangani satu perjanjian perdagangan dan integrasi dengan Uni Eropa serta menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Moskow. 

Para pengunjuk rasa berikrar akan tetap berada di jalan kendati pun ancaman polisi untuk memaksa pengunjuk rasa bubar.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement