Senin 16 Dec 2013 02:51 WIB

Demonstran Turki Tewas, Partai Buruh Kurdistan Ancam Membalas

Aksi protes berdiri di Turki.
Foto: ctvnews.ca
Aksi protes berdiri di Turki.

REPUBLIKA.CO.ID,  ISTANBUL -- Gerilyawan pada Ahad (15/12) mengancam akan membalas kematian tiga pemrotes Kurdi yang ditembak polisi Turki,.

Ancaman itu disampaikan dalam sebuah pernyataan hingga menambah ketegangan dalam proses perdamaian yang rapuh antara Ankara dan kelompok terlarang Partai Buruh Kurdistan (PKK).

"Pemerintah seharusnya tahu bahwa serangan-serangan dan pembunuhan ini melenyapkan lingkungan non-konflik dan memberi gerilyawan hak untuk melakukan pembalasan," kata Partai Buruh Kurdistan (PKK) dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Kurdi Firat.

Dua pemrotes tewas Jumat pekan lalu dalam bentrokan dengan polisi di daerah Yuksekova di Turki tenggara yang didominasi Kurdi. Kerusuhan itu disulut oleh tuduhan bahwa pemakaman gerilyawan Kurdi telah dihancurkan, namun pihak berwenang Turki membantahnya.

Satu pemrotes lagi, yang cedera serius selama bentrokan itu, tewas akibat luka-lukanya di rumah sakit pada Rabu. Kekerasan itu mengarah pada demonstrasi akhir pekan di sejumlah daerah dan kota terbesar Turki, Istanbul.

Sekitar selusin orang, termasuk empat polisi, cedera di kota Diyarbakir yang berpenduduk mayoritas Kurdi, dan sedikitnya 22 pemrotes ditangkap, menurut laporan-laporan media.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement