Ahad 05 Jan 2014 03:20 WIB

Chad Minta Bantuan Atasi Pengungsian Warganya

Kelompok organisasi rakyat adi Republik Afrika Tengah berunjuk rasa di Bangui, meminta Prancis mengatasi pemberontakan di sana.
Foto: reuters.com
Kelompok organisasi rakyat adi Republik Afrika Tengah berunjuk rasa di Bangui, meminta Prancis mengatasi pemberontakan di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, N'DJAMENA -- Karena arus pengungsi yang kembali dari Republik Afrika Tengah (CAR), pemerintah Chad meminta bantuan dari negara sahabat. Demikian kata pejabat yang bertugas atas warga Chad di diaspora.

"Sumbangan anda akan memungkinkan kami mengangkut dan menyediakan dukungan sosial buat ribuan warganegara Chad yang telah pulang ke negeri ini dan mereka yang ingin pulang dalam beberapa hari ke depan," kata Kassire Isabelle Housna pada Jumat (3/1) ketika ia bertatap muka dengan diplomat asing yang bertugas di Chad.

Ia mengatakan ratusan warganegara Chad telah kehilangan harta dan nyawa mereka di Republik Afrika Tengah dan ribuan orang lagi telah dipaksa menyelamatkan diri.

''Di tengah situasi keamanan yang memburuk di Republik Afrika Tengah, Pemerintah Chad memutuskan untuk memulangkan semua warganya pada 21 Desember 2013,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta pada Sabtu malam.

Hingga Jumat (3/1), sebanyak 43 penerbangan telah diselenggarakan dari Ibu Kota CAR, Bangui, ke N'Djamena, Ibu Kota Chad.

Kassire mengatakan melalui udara dan darat, pemerintah sejauh ini telah mengungsikan 11.892 warganegara Chad dari Republik Afrika Tengah.

Pemerintah memperkirakan sebanyak 7.000 warga Chad masih menunggu diungsikan dari Republik Afrika Tengah.

Situasi di CAR sendiri telah membuat lebih dari 935 warga sipil kehilangan tempat tinggal. ''Situasi kemanusiaan tetap mengerikan di negeri tersebut,'' kata Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi UNHCR).

sumber : Antara/Xinhua-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement