Selasa 07 Jan 2014 10:23 WIB

60 Korban Bom Bunuh Diri Rusia Masih Dirawat

Bom bunuh diri. Ilustrasi.
Foto: telegraph.co.uk
Bom bunuh diri. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Lebih dari 60 orang korban serangan bom bunuh diri di Kota Volgograd, masih dirawat di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan Rusia, Senin (6/1) mengatakan, 22 orang dirawat di rumah sakit Moskow dan 39 di rumah sakit di kota Rusia selatan di mana ledakan itu terjadi.

"Tiga dari pasien yang dirawat masih berada dalam kondisi serius," kata kementerian itu, seperti dilaporkan RIA Novosti-0ANA.

Ledakan itu menewaskan 34 orang dan melukai lebih dari seratus lainnya, ketika pembom bunuh diri yang menargetkan stasiun kereta api utama Volgograd pada 29 Desember dan bis listrik di kota yang sama pada 30 Desember.

Serangan-serangan itu telah menyuarakan keprihatinan keamanan menjelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi, sekitar 430 mil (690 kilometer) dari Kota Volgograd, yang dibuka pada 7 Februari mendatang.

Tidak ada pihak-pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut, tetapi seorang pemimpin gerilyawan Islam di Kaukasus Utara Rusia telah mengancam akan mengganggu pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin itu.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement