Ahad 12 Jan 2014 06:47 WIB

Sekjen PBB Berduka Cita Atas Wafatnya Ariel Sharon

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Citra Listya Rini
Ban Ki Moon
Foto: Antara/Wahyu Putro
Ban Ki Moon

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Ban Ki-moon menyatakan belasungkawa terhadap kematian mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon. Menurutnya, akan menjadi tantangan yang sulit bagi pengganti Ariel Sharon terkait perdamaian Israel-Palestina.

"Penggantinya menghadapi tantangan sulit untuk mewujudkan aspirasi perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Ban Ki-moon seperti dilansir Al Jazeera, Ahad (12/1).

Ban menambahkan Sharon akan terus diingat karena keberanian politiknya untuk melaksanakan keputusan yang dianggapnya bersejarah. Keputusan ini adalah untuk menarik pemukim dan tentara Israel dari Jalur Gaza.

Ariel Sharon meninggal dunia pada Sabtu (11/1) waktu setempat. Sharon yang menjabat selama 2001-2006 meninggal di usia 85 tahun.

Kondisi kesehatan mantan perdana menteri Israel Ariel Sharon, terus memburuk setelah mengalami koma selama delapan tahun sejak 2006.

Hal itu terungkap dari pernyataan Rumah Sakit Sheba dekat Tel Aviv. Pria yang disebut pahlawan di mata warga Israel tersebut  menderita kerusakan organ tubuh termasuk kerusakan ginjal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement