REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Pemerintah Suriah terus memperluas dan mengintensifkan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai oposisi. Serangan udara terbaru pasukan pemerintah ke utara Aleppo, menewaskan 26 orang.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Senin (3/2), 12 pria, 11 anak-anak dan tiga perempuan tewas saat helikopter tentara Suriah menembaki Aleppo. Selama tiga hari ini pasukan pemerintah telah melakukan serangkaian serangan ke wilayah yang dikuasai oposisi.
Serangan pada Sabtu (1/2) sebelumnya menewaskan 85 orang, dan serangan pada Ahad (2/2) menewaskan 36 orang. Observatorium mengatakan, Januari merupakan bulan paling 'berdarah' di Suriah. Mereka mencatat kematian akibat konflik di Suriah pada bulan itu mencapai 5.794 korban tewas.
Dilansir dari Aljazirah, media tak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut pada pihak pemerintah karena pembatasan pelaporan di wilayah Suriah.
Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan, serangan udara dari pasukan pemerintah telah mendorong eksodus massal warga sipil. "Warga di wilayah timur (Aleppo) mulai melarikan diri, sekitar tiga hari lalu saat serangan bom barel meningkat," katanya pada kantor berita AFP.
Selama ini bom barel telah menewaskan lebih dari 700 orang di Suriah dalam waktu enam pekan terakhir. Penggunaannya selama ini telah dikecam, terutama oleh negara-negara kekuatan Barat.