REPUBLIKA.CO.ID, LONDON—Aktivitas warga London, Inggris pada Rabu (5/2) terganggu. Pasalnya, para pekerja pada sistem kereta bawah tanah kota meluncurkan serangkaian aksi mogok.
Dikutip dari laman Time, para pekerja kereta bawah tanah telah meninggalkan pekerjaannya selama dua hari pada pekan ini. Rencananya, aksi serupa akan dilakukan pada pekan depan.
Unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perubahan sistem pengelolaan kereta bawah tanah. Aksi mogok ini jelas berdampak dikarenakan ada sekitar 3 juta orang yang menggunakan kereta bawah tanah.
Sarana kereta di London merupakan angkutan umum utama kota. Para penumpang kereta akhirnya terpaksa menggunakan bus, berjalan, dan sepeda untuk bekerja.
Perdana Menteri David Cameron telah mengutuk pemogokan tersebut dengan menyebut mereka 'memalukan' di Twitter, dan kemudian mengatakan di depan parlemen, ‘’Sama sekali tidak ada pembenaran untuk pemogokan. Kita perlu kereta bawah tanah modern yang bekerja untuk jutaan orang di London setiap hari,’’ terang dia.
Dua serikat pekerja kereta api telah merencanakan serangkaian aksi protes atas PHK dan penutupan kantor tiket. Diperkirakan pemogokan ini merugikan ekonomi kota dalam jumlah yang besar.