Jumat 07 Feb 2014 16:54 WIB

Bom 'Terbesar' Perang Dunia II Dibongkar, 2.260 Warga Hong Kong Dievakuasi

Pearl Harbour hancur dalam Perang Dunia II. (ilustrasi)
Pearl Harbour hancur dalam Perang Dunia II. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Polisi Hong Kong pada Jumat berhasil membongkar bom terbesar bekas Perang Dunia II yang belum ditemukan. Penemuan bom tersebut di sebuah situs konstruksi di kota membuat petugas setempat harus mengevakuasi 2.260 warga Hong Kong.

Bom ANM66 milik angkatan laut Amerika Serikat yang beratnya hampir satu ton itu ditemukan oleh para pekerja bangunan pada Kamis malam (6/2) di distrik Happy Valley dekat pusat kota yang terkenal dengan trek balapnya.

"Itu adalah bom terbesar yang pernah ditemukan di Hong Kong," kata seorang juru bicara polisi.

Para penjinak bom memerlukan waktu 15 jam untuk mengeluarkan bahan peledak aktif dari bom, yang ditemukan tertanam di area dekat sebuah kuil Sikh, hotel, dan perumahan.

"Diperlukan waktu yang lebih lama untuk membongkar bom itu karena ada masalah teknis saat pengeboran lubang menuju ke bom dan karena sejumlah besar bahan peledak di dalamnya. Kami harus berhati-hati sebab gedung-gedung di sekitar akan runtuh jika bom itu meledak," kata petugas penjinak bom Yuen Hon-Wing.

"Karena bahan peledak di dalam bom itu sangat sensitif, kami harus memotong cangkang bom itu di lingkungan bersuhu rendah, sehingga prosesnya membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan," ujar Yuen.

Ia menjelaskan bahwa bom itu memiliki berat hampir 1.000 kilogram atau satu ton. Panjangnya lebih dari 1,7 meter, dengan diameter 600 centimeter.

Sebuah cuplikan berita menunjukkan gambar adanya pemboran dua lubang besar ke sisi lapisan luar bom itu. "Yang tersisa sekarang adalah sebuah cangkang logam dari bom tersebut," kata Yeun.

Sementara itu, gedung-gedung di sekitar lokasi pengeboran bom, termasuk dua hotel, telah dievakuasi pada Kamis, namun kembali beroperasi pada Jumat pagi.

Bom itu diduga dijatuhkan oleh pasukan AS pada 1945. Negara bekas jajahan Inggris itu pada Desember 1941 merupakan tempat pertempuran sengit bagi pasukan AS melawan pasukan Jepang yang menduduki Hong Kong sampai tahun 1945.

sumber : Antara/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement