Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Biden Belum Memutuskan Akan Nyapres Atau Tidak

Sabtu 08 Feb 2014 01:16 WIB

Red: Taufik Rachman

US Vice-President Joe Biden gives a speech at the 49th Conference on Security Policy in Munich February 2, 2013.

US Vice-President Joe Biden gives a speech at the 49th Conference on Security Policy in Munich February 2, 2013.

Foto: Reuters/Michael Dalder

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Presiden AS Joe Biden akan membuat keputusan tentang apakah akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum presiden 2016 pada pertengahan tahun depan, katanya dalam sebuah wawancara yang disiarkan Jumat .

"Mungkin ada alasan bagi saya untuk tidak mencalonkan diri, tetapi tidak ada alasan yang jelas bagi saya mengapa saya pikir saya tidak mencalonkan diri," kata Biden pada CNN .

Dia menambahkan bahwa keputusan terkait pencalonannya untuk Gedung Putih itu akan diambil "realistis, musim panas depan."

Biden mengatakan keputusannya akan didorong oleh penilaiannya apakah ia adalah "orang terbaik yang memenuhi syarat", untuk menjalankan pemerintahan.
"Itu tidak berarti bahwa saya adalah satu-satunya orang yang bisa melakukan itu," katanya.

"Tapi kalau tidak ada orang lain, saya pikir, bisa, dan saya pikir saya bisa, maka saya akan mencalonkan diri. Jika saya tidak, saya tidak akan."

Biden , meskipun sehat dan bersemangat, akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan terkait usianya jika ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Dia akan berusia 74 tahun pada bulan Januari tahun 2017 dan akan menjadi presiden tertua jika dilantik pada periode pertama.

Banyak pengamat percaya bahwa mantan senator senior itu, yang gagal mencalonkan diri sebagai presiden sebanyak dua kali sebelumnya, tidak mencalonkan jika mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton - sudah menjadi favorit penghalang untuk mengamankan nominasi Partai Demokrat - memutuskan mencalonkan diri.

Clinton mengatakan dia akan membuat keputusan tahun ini apakah akan mencalonkan diri untuk Gedung Putih lagi, setelah kekalahannya dari Presiden Barack Obama di 2008.

Sebuah jajak pendapat Washington Post - ABC News bulan lalu tentang dukungan pemilih untuk nominasi menempatkan wakil presiden itu di pilihan kedua setelah Clinton dengan selisih yang besar.

Biden mendapat dukungan hanya 12 persen sementara Clinton 73 persen.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA