Senin 10 Feb 2014 11:59 WIB

Taliban Rilis Video Serangan ke CIA

Rep: Gita Amanda/ Red: Fernan Rahadi
Video serangan Taliban ke markas CIA di Kabul.
Foto: aljazeera.com
Video serangan Taliban ke markas CIA di Kabul.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Taliban merilis sebuah video yang menunjukkan perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap Central Intelligence Agency (CIA) di Afghanistan, Juni lalu. Video menggambarkan para pejuang yang menyamar sebagai tentara asing dengan kendaraan resmi.

Video yang diperoleh Aljazirah dan ditayangkan Ahad (9/2) lalu, menunjukkan serangan saat kunjungan diplomat Amerika Serikat James Dobbins ke Afghanistan. Saat itu Dobbins berupaya memulai kembali pembicaraan antara Taliban dengan pemerintah Afghanistan.

Video menggambarkan para pejuang mengenakan atribut dan kartu identitas palsu pasukan AS. Penyamaran para pejuang membuat mereka begitu mirip tentara asing dengan kendaraan resmi. Namun pada ahli mengatakan, video tersebut adalah bentuk propaganda. Meski video juga menunjukkan evolusi pejuang Taliban yang saat ini tengah meluncurkan serangan terhadap pasukan AS di Afganistan.

"Saya pikir mereka efektif, mereka memiliki keyakinan dalam diri mereka dan mereka terorganisir," ungkap analis keamanan nasional Pakistan Masood Akhtar pada Aljazirah.

Menurutnya, pelajaran yang dapat dipetik dari video itu adalah jangan mengabaikan kompetensi para pejuang. Mereka bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Aljazirah tak dapat memverifikasi secara independen foto-foto yang difilmkan tersebut pada pihak Taliban. Namun Taliban mengatakan, serangan itu sebagai pembalasan atas penurunan bendera Taliban di Doha.

Juni lalu, penyerang bersenjata Taliban melakukan serangan dengan bahan peledak dan senjata. Serangan mengakibatkan kematian tiga penjaga di Afghanistan. Empat penyerang juga dilaporkan tewas dalam serangan. Saat itu, Taliban dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan di salah satu daerah paling aman di Kabul.

Juru bicara militer As William Griffin meremehkan taktik yang digunakan Taliban. Menurutnya itu bukan hal baru atau sesuatu yang sangat canggih. "Taliban diharapkan dapat menggunakan taktik dan teknik yang berbeda. Taliban belum mencapai keberhasilan dalam setiap strategi utama serangan," ujar Griffin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement