Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Anggota Pussy Riot Seru Boikot Olimpiade Sochi

Selasa 11 Feb 2014 09:22 WIB

Red: Nidia Zuraya

  Personel Pussy Riot

Personel Pussy Riot

Foto: Misha Japaridze/AP

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dua anggota band punk Rusia Pussy Riot meminta Amerika Serikat untuk memboikot Olimpiade musim dingin di Sochi, Rusia. Permintaan tersebut disampaikan keduanya saat menggelar konser untuk hak asasi manusia (HAM) yang diselenggarakan di Brooklyn, New York, Rabu (5/2) lalu.

Dua anggota Pussy Riot, Nadezhda Tolokonnikova (24 tahun) dan Maria Alekhina (25), dipenjarakan pada tahun 2012 karena menggelar protes terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin di katedral Moskow, tetapi kemudian diberi amnesti pada Desember 2013 lalu. Langkah ini dinilai beberapa pihak sebagai sikap politik Putin menjelang Olimpiade Musim Dingin Sochi, yang kini sedang berlangsung.

Berbicara melalui seorang penerjemah, Anggota Pussy Riot ini meminta Amerika Serikat untuk menjadikan Putin skeptis dengan memboikot pertandingan sebagai protes atau dengan menolak untuk menghadiri kegiatan itu. Keduanya berbicara menjelang konser 'Bringing Human Rights Home' yang diselenggarakan oleh Amnesty International. Organisasi ini menghidupkan kembali konser hak asasi manusia yang pernah diselenggarakan pada kurun 1986-1998 untuk meningkatkan kesadaran misinya.

"Sebagai salah satu penyanyi kita mengatakan, musik harus menyanyikan tidak hanya tentang sinar matahari dan cinta. Kita juga harus menyanyi tentang politik, tentang orang-orang di balik jeruji besi," kata Tolokonnikova, salah satu awak Pussy Riot.

Ketika ditanya apakah mereka tidak akan suka tinggal di Amerika Serikat, mereka menjawab tidak. "Tidak ada masalah tentang hal itu. (Rusia) adalah negara kami dan kami ingin membuatnya menjadi negara bebas."

Keduanya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tidak menyesal dijebloskan selama 21 bulan di balik jeruji besi dan pengalaman mendorong mereka untuk memulai sebuah organisasi hak asasi manusia baru yang bekerja untuk hak-hak tahanan Rusia. Madonna memperkenalkan Tolokonnikova dan Alekhina di panggung selama konser di mana Yoko Ono, The Flaming Lips, dan Lauryn Hill juga tampil.

sumber : Antara/Kyodo
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA