Rabu 12 Feb 2014 03:12 WIB

Mediasi Perdamaian Suriah Stagnan

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Mohammad Fachruddin
Konflik bersenjata di Suriah.
Foto: Reuters/Omar Ibrahim
Konflik bersenjata di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA –  Oposisi dan pemerintah Suriah kembali bertemu, Selasa (11/2). Pertemuan  ini diadakan untuk membicarakan mengenai perdamaian di Suriah. Namun dalam pertemuan ini, Akhdar Brahimi mediator PBB untuk Suriah mengatakan pembicaraan ini “melelahkan” dan sejauh ini belum ada perubahan kebijakan.

Pada hari sebelumnya, Senin. Akhdar melakukan pertemuan dengan beberapa bantuan hukum di Suriah. Dia mencari solusi tepat dan cepat untuk mengakhiri kekerasan yang terus terjadi. Akhdar menginginkan agar warga sipil yang berada di kota tua Homs segera dievakuasi, melihat keuntungan dari gencatan senjata yang berlangsung sampai Rabu (12/2).

 

Dari laman @New York Times. Brahimi mengatakan bila keadaan semakin sulit. “Saya tidak punya banyak untuk memberitahu Anda kecuali bahwa awal minggu ini adalah sebagai sulit seperti itu minggu lalu , " ujar Brahimi.

 

Sebagian besar delegasi oposisi mendukung pendapat tersebut. "Tidak ada kemajuan ,” tutur Louay Safi. Juru bicara pihak oposisi ini menambahkan, delegasinya disajikan dokumen yang mengatakan mereka terlibat pemerintah Presiden Bashar al – Assad, dalam pembantaian dan terhubung dengan teroris.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement