Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Israel Rencanakan Bangun Sekolah Yahudi di Palestina

Kamis 13 Feb 2014 01:22 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Mansyur Faqih

Pasukan keamanan Israel menahan seorang aktivis Palestina yang menentang pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Burin, Palestina.

Pasukan keamanan Israel menahan seorang aktivis Palestina yang menentang pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Burin, Palestina.

Foto: AP/Nasser Shiyoukhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah melancarkan program pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Israel kini bermaksud membangun sekolah agama Yahudi di Yerusalem Timur. Sekolah tersebut tepat berada di jantung kota Al Quds, Palestina.

Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh Palestine Liberation Organization (PLO) Ahmed Qorei. Ia mengatakan, pembangunan sekolah Yahudi tersebut memang salah satu di antara program pemukiman Yahudi yang kini tengah digencarkan Israel.

"Israel akan membangun sebuah sekolah Yahudi dan fasilitas pemukiman di jantung lingkungan Palestina, terutama di daerah Sheikh Jarrah," ujar Qorei seperti dilansir World Bulletin, Selasa (11/2).

Tidak hanya itu, ujarnya, Israel juga berencana akan memindahkan kantor pemerintahannya di kawasan Palestina yang dicaplok tersebut.

"Kabinet Israel berencana memindahkan kantor-kantor pemerintahan ke Sheikh Jarrah untuk memberlakukan status quo mereka. Tujuannya, untuk menghalangi pengumuman Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara Palestina," paparnya.

Terkait rencana tersebut, Komite PLO di Al-Quds akan segera menggelar rapat, Rabu (12/2) untuk merundingkan hal itu. Qorei menghimbau adanya peran aktif dari umat Islam internasional terhadap rencana Israel tersebut. 

Mengingat Al-Quds adalah kota suci ketiga umat Islam setelah Makkah dan Madinah. Di sana beridiri Masjid Al Aqsha berdiri yang merupakan kiblat pertama Umat Islam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA