Ahad 16 Feb 2014 08:36 WIB

Jerman-Paris Bicarakan Sistem 'Anti-Spy' AS

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Citra Listya Rini
Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Kanselir Jerman, Angela Merkel akan menemui Presiden Prancis, Francois Hollande usai kunjungan kenegaraannya dari Amerika Serikat, Sabtu (15/2) waktu setempat.

Merkel berniat berbicara terkait membangun sistem komunikasi yang lebih baik di Eropa untuk menghindari penyadapan oleh Amerika Serikat.Merkel terus berusaha menciptakan proteksi data yang lebih kuat di Eropa setelah tahun lalu terjadi penyadapan besar-besaran di Jerman dan negara lain oleh Agen Keamanan Nasional AS.

''Kami akan berbicara dengan Prancis tentang cara mengurus proteksi data tingkat tinggi,'' kata Merkel seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/2). ''Lebih jauh, ini untuk jangkauan seEropa untuk melindungi warga kami,'' tambah Merkel.

Menurutnya, sistem ini memungkinkan data (email atau data lain) untuk tidak melewati Atlantik sehingga tidak bisa dicapai AS. Sehingga sistem peredaran data ini hanya berada di dalam Eropa saja.

Kantor Hollande mengonfirmasi bahwa mereka pun sudah berdiskusi terkait hal tersebut. ''Paris sudah menyetujui lamaran dari Berlin, ini saatnya berkerja sama,'' kata juru bicara dari Kantor Hollande.

Selama ini, Jerman memang menjadi negara paling aktif dalam upaya 'menutup akses' dari Amerika. 'Mengintip' pemerintah adalah hal sensitif bagi Jerman. Pasalnya, pengawasan berat telah dipraktekan komunis Jerman Timur dibawah kepemimpinan Hitler saat itu.

Isu menyadapan ini mencuat setelah Edwar Snowden, mantan Agen Keamanan Nasional AS membeberkan 'ulah' negaranya mengintip-intip urusan negara lain. Jerman bahkan langsung membangun jembatan untuk membuat perjanjian anti mata-mata dengan Washington, meskipun hingga saat ini masih sia-sia.

Merkel berencana membahas kerja sama ini lebih dekat dengan Hollande mengingat konferensi iklim global di Prancis yang akan digelar tahun depan. Pembicaraan ini termasuk dalam hal kebijakan keamanan untuk menghormati Afrika.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement