REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Wakil presiden pertama Afghanistan, Marshal Mohammed Fahim Qassim meninggal dunia. Dalam pernyataan online, juru bicara kepresidenan Aimal Faizi mengatakan Fahim telah menghembuskan nafas terakhir dan pemerintah mengumumkan hari berkabung nasional.
"Pemerintah Afghanistan mengumumkan hari berkabung selama tiga hari. Bendera negara akan dikibarkan setengah tiang untuk menghormati kepergiannya," ujar Faizi dalam akun Twitternya, seperti dilansir Aljazirah, Ahad (9/3).
Fahim merupakan wakil presiden pada 2009. Ia mendampingi Presiden Hamid Karzai. Dia menderita diabetes selama bertahun-tahun dan kondisi kesehatannya buruk.
Dia dikenal memiliki pengaruh di Northern Alliance dan menggantikan posisi Ahmed Shar Massoud yang dibunuh. Fahim tutup usia pada usia 57 tahun.
Fahim lahir di provinsi Panjshir pada 1957. Ia telah berkali-kali lolos dalam sejumlah upaya pembunuhan, termasuk yang terbaru pada 2009.