Sabtu 15 Mar 2014 15:17 WIB

Keluarga Penumpang MH370 di Beijing Tak Terima Pernyataan PM Malaysia

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Bilal Ramadhan
A relative (woman in white) of a passenger onboard Malaysia Airlines flight MH370 cries as she talks on her mobile phone at the Beijing Capital International Airport, March 8, 2014.
Foto: Reuters/Kim Kyung-hoon
A relative (woman in white) of a passenger onboard Malaysia Airlines flight MH370 cries as she talks on her mobile phone at the Beijing Capital International Airport, March 8, 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING-- Kekisruhan terjadi pada pertemuan 300 keluarga penumpang Malaysia Airlines yang hilang di Beijing. Mereka tidak terima atas pernyataan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Sabtu (15/3).

Najib mengungkapkan kontak terakhir yang diketahui antara pesawat jet dan satelit terjadi pukul 08.11 Sabtu pekan lalu. "Bagaimana ini bisa terjadi? Dimana pesawat mendarat?" seru salah satu keluarga, seperti dikutip dari //The Star Online//, Sabtu (15/3).

Sejauh ini, kontak resmi terakhir yang diketahui dari pesawat itu adalah pada pukul 01.20 Sabtu lalu atau sekitar satu jam setelah Boeing 777-200ER meninggalkan Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu mengangkut 153 warga negara Cina. Banyak kerabat dari penumpang asal Cina itu bahkan mencoba menghentikan utusan Malaysia untuk Cina Iskandar Sarudin meninggalkan pertemuan.

Keterangan pers PM Malaysia disiarkan langsung di ballroom Metropark Lido Hotel di Beijing. Mereka percaya pernyataan Najib yang mengatakan sistem komunikasi pesawat itu sengaja dinonaktifkan  telah mendukung kecurigaan mereka akan adanya upaya pembajakan. Artinya, ada 50 persen kesempatan hidup bagi orang yang mereka cintai.

Direktur Komersial Malaysia Airlines Hugh Dunleavy kemudian mengatakan kepada kerabat pihaknya tidak akan lagi menjawab pertanyaan karena kasusnya sekarang merupakan investigasi kriminal. Dia juga mengatakan semua briefing dari sekarang akan dilakukan oleh pemerintah Malaysia saat maskapai ini akan tetap menjadi host untuk mereka malam ini dan menginformasikan mereka tentang pengaturan kemudian mulai besok.

sumber : The Star/ The Straits Times
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement