Kamis 20 Mar 2014 10:04 WIB

PBB: Ada Kemajuan Dalam Rebut Kembali Kota Kecil Somalia

Seorang petugas polisi terlihat mengamakan lokasi ledakan bom mobil di luar Hotel Mogadishu, Somalia, Kamis (13/2).
Foto: AP Photo/Farah Abdi Warsameh
Seorang petugas polisi terlihat mengamakan lokasi ledakan bom mobil di luar Hotel Mogadishu, Somalia, Kamis (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Seorang utusan PBB telah menyambut kemajuan militer Tentara Nasional Somalia (SNA) dan Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) di bagian tengah-selatan Somalia, tempat mereka merebut kembali kota kecil penting dan daerah dari Ash-Shabaab.

"Kay mengatakan PBB dan mitra internasional telah mulai menangani kebutuhan kemanusiaan jika akses memungkinkan. Ia menambahkan rakyat Somalia yang tinggal di daerah yang sekarang berada di bawah kendali pemerintah mesti secepatnya menerima keamanan yang lebih baik, keadilan, berbagai layanan seperti kesehatan dan pendidikan serta kehidupan yang layak," kaa Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.

SNA dan AMISOM telah berusaha melancarkan serangan baru terhadap gerilyawan Ash-Shabaab, yang pada 2011 dipaksa mundur dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu.

Dalam penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB pekan lalu, utusan PBB itu mengatakan serangan baru tersebut adalah "yang paling penting dan secara geografis kemajuan militer besar" sejak AMISOM dibentuk pada 2007.

Saat menyatakan pertempuran telah mempengaruhi warga sipil, ia mengatakan saat ini PBB dan mitra internasional telah mulai menangani keperluan kemanusiaan jika akses memungkinkan dan kebutuhan diperkirakan.

"Rakyat Somalia yang tinggal di daerah yang sekarang berada di bawah kendali pemerintah mesti secepatnya menerima apa yang mereka perlukan: keadilan dan keamanan yang lebih baik, layanan seperti kesehatan dan pendidikan serta kehidupan yang layak," kata Nicholas Kay, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Ia menyambut baik sumbangan yang dilakukan oleh mitra internasional bagi upaya pemerintah guna memastikan semua rakyat Somalia memperoleh manfaat dari perdamaian dan kestabilan, dan menyerukan dukungan lebih besar dari masyarakat internasional.

"Ini adalah titik perubahan dalam perjuangan di Somalia untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng buat semua rakyatnya," kata Kay. "Semua mitra dan temannya perlu bertindak cepat dan aktif."

sumber : Antara/Xinhua/Oana
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement