Ahad 23 Mar 2014 12:40 WIB

Swedia: Turki Blokir Twitter, Itu Tindakan Bodoh!

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Citra Listya Rini
Twitter
Foto: REUTERS
Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Dunia internasional memberondong Turki dengan kecaman karena upaya pemblokiran situs media sosial Twitter. Di Swedia, Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt mengatakan bahwa upaya pembatasan akses tersebut adalah hal yang bodoh, Sabtu (22/3).

Bildt mengatakan memblokade Twitter tidak akan efektif dan malah berbalik menyerang pemerintah dengan keras. Bildt dikenal sangat aktif menggunakan Twitter. Ia mengatakan hal tersebut sehari setelah Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memberlakukan larangan pada jaringan Twitter.

Dilansir dari AP, Turki telah membuat 643 permintaan penghapusan konten ke Twitter sejak 1 Januari lalu. Elvan, Menteri komunikasi mengatakan semua media sosial harus mematuhi hukum Turki.

''Tidak peduli apakah itu Twitter, Yahoo atau Google, semua perusahaan media sosial harus mematuhi hukum negara Republik Turki dan mereka akan melakukannya,'' katanya.

Sebuah pernyataan dari kantor Diplomasi Publik pemerintah Turki mengatakan Twitter dan media sosial lainnya telah menyebarkan virus "pembunuhan karakter yang sistematis" dengan mengunggah bocoran rekaman yang disadap. Hasil rekaman tersebut pun tidak diketahui diperoleh darimana atau bahkan palsu dan dibuat-buat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement