Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

AS: Pembicaraan Damai Israel-Palestina Makin Mengerucut

Jumat 11 Apr 2014 03:18 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Mansyur Faqih

Warga Palestina memprotes pemukiman Israel

Warga Palestina memprotes pemukiman Israel

Foto: AP/Majdi Mohammed

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS) mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan antara Palestina dan Israe. Kemenlu AS juga membantah kabar kalau kesepakatan telah terjadi.  

"Tim negosiasi kami dan kedua belah pihak masih melakukan negosiasi secara intensif. Kesenjangan terus mengerucut. Tapi segala spekulasi terkait kesepakatan terlampau prematur pada saat ini," ujar juru bicara Kemenlu AS Jen Psaki seperti dilansir reuters, Jumat (11/4) dini hari WIB.

Saat ditanya apakah yang ingin diraih tim negosiator, Psaki menjawab diplomatis.  "Kami sedang bekerja untuk menentukan jalan ke depan bagi negosiasi ini," katanya. 

Psaki mengatakan, mediator AS Martin Indyk akan kembali ke Washington dalam beberapa hari ke depan untuk berkonsultasi. Setelah itu, Martin akan kembali ke kawasan untuk melanjutkan negosiasi pekan depan.  

Sebagai informasi, negosiasi yang dimulai Juli 2013 kembali ke titik nadir setelah Israel meminta komitmen Palestina untuk melanjutkan pembicaraan damai. Ini tak lepas dari keengganan Israel membebaskan 24 orang tahanan Palestina.

Sebagai respon, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menandatangani 15 perjanjian global. Termasuk Konvensi Jenewa tentang perang dan pendudukan. Langkah Abbas kemudian memicu pertentangan dari Washington dan tentunya membuat Israel berang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA