Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Intelijen Rusia Dituduh Anti-Kelompok Kristen Tertentu

Jumat 11 Apr 2014 19:00 WIB

Red: Julkifli Marbun

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: tradyouth.org

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Rusia dituduh telah menyebarkan kebencian kepada kelompok Kristen Katolik sehubungan dengan krisis politik di Ukraina.

Cliff Kincaid
di Renew America, Kamis (10/4) menuliskan, propaganda Rusia telah menyebarkan fanatisme anti-Katolik di wilayah Crimea yang sekarang dikuasai Rusia.

Dia menjelaskan, Uskup Bohdan Dzyuakh, Sekretaris Jenderal Sinode Uskup-Uskup Katolik Ukraina mengatakan kepada Catholic News Service adanya 'ancaman dan tuduhan' terhadap komunitasnya dan mengingatkan 'propaganda Uni Soviet saat Gereja kami ditindas tahun 1945-46, kami tidak ada bayangan sampai kapan ini berakhir."

Uskup itu melanjutkan, "Orang Katolik yang mendukung kemerdekaan dan integritas teritorial Ukraina dipandang sebagai musuh. Keluarga para pastor dilecehkan oleh orang-orang yang dipengaruhi oleh propaganda Rusia, yang telah berhasil menanamkan agresi ke benak warga yang sebelumnya hidup dalam damai."

Kantor Berita Katolik itu menambahkan bahwa Gereja Katolik Ukraina yang menggunakan ritus Bizantium, pernah disebut ilegal oleh pemerintahan Uni Soviet antara tahun 1946 sampai 1989, saat banyak pastor dipenjara dan banyak harta benda gereja disita oleh negara atau dipindahtangankan kepada Gereja Ortodoks Rusia.

Di Crimea, lanjutnya, menurut Kantor Berita itu, Uskup Dzyurakh mengatakan bahwa situasi sangat 'tegang dan bahaya' bagi pastor Katolik, setelah satu pastor ditahan dan diancam dengan hukuman penjara, dan pastor lain dituduh sebagai 'agen Vatikan' dan diminta untuk pergi.

"Gereja Ortodoks Rusia, yang lama dikuasai oleh intelijen Rusia/Uni Soviet, mendukung rezim Putin. Putin mengklaim aneksasi Crimea dibuat untuk melindungi warga Rusia di sana dari kalangan 'nasionalis Ukraina, neo-Nazi dan anti-Semitis' yang menguasai pemerintahan Ukraina," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA