Kamis 24 Apr 2014 11:01 WIB

Peneliti Khawatirkan Pecahan Gunung Es Antartika

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fernan Rahadi
Gunung es di Kutub Utara kerap mencair
Gunung es di Kutub Utara kerap mencair

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Para peneliti yang melakukan pemantauan daratan gletser Antartika selama puluhan tahun menemukan salah satu gunung es di daerah Guam Antartika mulai patah dan menjauhi daratan gletser kepulauan Pine Antartika. Gunung es itu mulai patah sejak November 2013 lalu dan perlahan melintasi Pine Island Bay, Laut Amundsen.

Ilmuan NASA, ahli glasiologi di Goddard Space Flight Center NASA, Kelly Brunt mengatakan hal tersebut menimbulkan kekhawatiran. Gunung es yang ditandai dengan kode B31 itu luasnya mencapai 660 juta kilometer persegi dengan tinggi 487 meter.

''Dengan jumlah itu, tinggi permukaan air laut akan meningkat signifikan,'' katanya dilansir AP. Sebenarnya, tambah Brunt, terpisahnya gunung es dari daratan gletser adalah hal yang wajar. Namun untuk daratan gletser Pine, hal itu masih terlalu cepat 30 tahun.

Gunung es akan terus bergeser mengingat derasnya arus Samudra Selatan. Gunung es ini sebenarnya tidak dilacak untuk kepentingan ilmiah melainkan untuk pantauan maritim. Pecahan gunung es sangat membahayakan kapal-kapal yang berlayar.

Tim peneliti dari University of Sheffield yang dipimpin oleh Grant Bigg mengadakan pengawasan lapangan dengan mengunjungi lokasi pada 11 April lalu. Mereka menemukan bobot gunung es juga lebih cepat berkurang. ''Massanya berkurang lebih cepat dari bulan Desember lalu yang masih seluas Manhattan,'' katanya.

Pantauan terakhir menunjukan B31 telah berada di lokasi 72 derajat 23' Lintang Selatan, 108 derajat 03' bujur barat. ''Gunung es sekarang perlahan keluar dari Pine Island Bay dan akan segera bergabung dengan aliran di Samudra Selatan, yang bisa mengarah ke timur atau barat di wilayah ini,'' katanya Bigg.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement