Kamis 24 Apr 2014 14:30 WIB

PM Abe Setuju Usulan Obama Soal Kerja Sama Militer

Shinzo Abe
Foto: Yuya Shino/Reuters
Shinzo Abe

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Kamis mengatakan, Amerika Serikat dan Jepang sepakat untuk bekerja sama dalam berbagai masalah keamanan dan pertahanan, dan menambahkan Presiden AS Barack Obama menyambut upaya Tokyo meninjau pelatihan kolektif bela dirinya.

Abe berusaha untuk mencabut larangan yang dikenakan sendiri oleh Jepang mengenai larangan pelatihan sesungguhnya atas hak pertahanan diri kolektif, atau membantu sekutu yang diserang.

Para pendukung mengatakan pencabutan larangan itu akan membebaskan militer Jepang untuk bekerja lebih erat dengan angkatan bersenjata Amerika Serikat dan sekutu lainnya, sementara kritikus mengatakan itu akan membuat Jepang lebih mungkin untuk terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Abe membuat pernyataan ini pada konferensi pers bersama setelah pertemuan puncak dengan Obama.

PM Abe, Senin, mengatakan berharap Jepang dan Amerika Serikat memperkuat persekutuan keamanan ketika Presiden Barack Obama mengunjungi Tokyo.

"Pada pertemuan puncak dengan Obama, yang diperkirakan pada 24 April, saya ingin menekankan bersama dengan presiden peran penting persekutuan Jepang-AS untuk perdamaian dan ketenangan di wilayah Asia-Pasifik," kata Abe kepada sekelompok anggota DPR AS, yang berkunjung ke Jepang ketika mereka bertemu di kantornya.

"Kami telah menghadapi kebutuhan yang terus meningkat untuk meningkatkan aliansi kami di tengah lingkungan keamanan yang semakin menantang" di wilayah, katanya menambahkan pada awal pertemuan terbuka kepada pers.

Sebelumnya, Jepang dan Amerika Serikat memulai putaran perundingan penting untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan, yang dianggap genting bagi keberhasilan perundingan kawasan.

Namun, pejabat memperingatkan bahwa menjembatani perbedaan akan menjadi hal sulit.

Tokyo dan Washington sedang mengupayakan kesepakatan perdagangan dua arah, yang dianggap sebagai bagian kunci dari Kemitraan Lintas Pasifik pimpinan AS --yang merupakan inti dorongan Washington dalam meningkatkan keberadaannya di Asia sebelum presiden AS Barack Obama melawat ke Jepang untuk kunjungan kenegaraan pada 24-25 April.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement