REPUBLIKA.CO.ID, HOMS -- Satu ledakan terjadi di Homs, Suriah dan menewaskan sedikitnya 37 orang. Ledakan dengan menggunakan mobil ini juga melukai puluhan lainnya.
Dilansir dari BBC, Rabu (30/4), jumlah korban tewas masih diperdebatkan. Menurut pejabat pemerintah, setidaknya 37 orang telah tewas dan 85 lainnya terluka.
Sedangkan, menurut Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan 37 orang tewas dan 80 terluka.
Menurut kantor berita AFP yang mengutip gubernur provinsi, Talal al-Barazi, mengatakan sebanyak 45 orang tewas, diantaranya 36 tewas karena ledakan bom dan 9 tewas oleh roket setelah ledakan terjadi.
Sebelumnya serangan mortir juga terjadi di institut tehnik di Damaskus. Ledakan ini menewaskan 14 orang serta melukai 80 orang lainnya. Pemerintah menyalahkan para teroris atas serangan di Damaskus.
Serangan ini terjadi sehari setelah Presiden Bashar al-Assad mendaftarkan diri kembali sebagai kandidat calon presiden. Langkahnya dinilai menentang tuntutan warganya untuk mundur guna menghindari perang sipil di Suriah.
Homs merupakan tempat pertempuran utama antara pasukan pemerintah dan pemberontak. Lebih dari 150 ribu orang telah tewas dalam perang sipil selama tiga tahun.
Jutaan warga lainnya pun telah meninggalkan rumahnya karena pertempuran tak menunjukan ada tanda-tanda akan berhenti.