Selasa 06 May 2014 14:30 WIB

Duh, Capres Ini Janji Akan Berangus Ikhwanul Muslimin

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Bilal Ramadhan
Capres sekaligus Menhan Mesir, Abdul Fattah Alsisi (kiri)
Foto: Al Arabiya
Capres sekaligus Menhan Mesir, Abdul Fattah Alsisi (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO– Kandidat kuat presiden Mesir, Abdel Fattah el Sisi memanfaatkan kemunculan pertamanya di televisi dalam kampanye terbuka, pada Senin (5/5) waktu setempat. Mantan komandan pasukan militer Mesir ini mengatakan ia akan memberangus Ikhwanul Muslimin dari tanah Mesir jika terpilih menjadi presiden. ‘’Ikhwanul Muslimin akan selesai,’’ katanya tegas.

Dikutip dari AP, Sisi menjanjikan kembalinya kestabilan negara dan membawa perkembangan. Sehingga kelompok militan pendukung presiden terdahulu, Mohamed Morsi terlebih dulu ia singkirkan. Prioritas utamanya ini menegaskan tidak akan ada rekonsiliasi politik apa pun dengan IM jika ia terpilih.

Dalam siaran televisi CBC dan ONTV tersebut, Sisi mengatakan bukan dirinya yang akan membereskan IM. ‘’Bukan saya, tapi anda, rakyat Mesir yang harus bersatu membereskannya,’’ kata Sisi. Saat menggulingkan Morsi dari tahta, Sisi mengaku tidak memiliki ambisi politik.

Ia juga menolak anggapan bahwa pencalonannya untuk mewakili militer. Menurutnya, militer tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan. Sisi juga menerangkan dukungannya terhadap undang-undang baru terkait pembatasan hak untuk protes.

Hingga saat ini, Sisi dinilai sebagai kandidat paling populer yang bisa mengembalikan Mesir dari krisis. Status Sisi kuat karena keberhasilannya menggulingkan Morsi. Hal ini menjamin kemenangannya dalam pemilihan umum presiden pada 26-27 Mei mendatang.

Lawan tunggalnya hanya Hamdeen Sabahi, politisi sayap kiri yang menduduki posisi ke tiga saat pemilu 2012 yang dimenangkan Morsi. Menjelang pemilu, Sisi akan melalui beberapa proses kampanye yang sebagian besar meliputi wawancara di televisi, media cetak hingga pertemuan khusus.

Ia juga akan melakukan beberapa kampanye di jalanan. Karena alasan keamanan, bagian ini sedikit dikurangi. Beberapa ancaman pembunuhan dilayangkan terhadapnya. Dalam wawancara, Sisi mengungkap dua kejadian percobaan pembunuhan yang menimpanya, namun ia menolak memberikan rincian.

Sisi dikabarkan hanya akan mengirim utusannya ke seluruh negeri untuk kampanye. Sementara Sabbahi akan mendatangi sendiri. Sisi adalah target utama pemberontak militan yang menargetkan militer atas pembalasan penggulingan Morsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement