Selasa 06 May 2014 15:29 WIB

AS Izinkan Oposisi Suriah Buka Misi Diplomatik

Rep: c66/ Red: Bilal Ramadhan
Pemimpin Oposisi Suriah, Ahmad Jarba.
Foto: en.alalam.ir
Pemimpin Oposisi Suriah, Ahmad Jarba.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-- Amerika Serikat akan mengizinkan kelompok oposisi Suriah untuk membuka kantor misi diplomatik di ibukota AS, Washington DC. AS juga berencana untuk meningkatkan dana bantuan terhadap kelompok oposisi dengan menambah dana sebesar 27 juta dollar AS.

Pengumuman itu disampaikan oleh AS dalam menyambut kunjungan delegasi dari kelompok oposisi Suriah ke Washington pada Senin (5/5). Kedatangan delegasi kelompok oposisi Suriah yang dipimpin oleh Ahmad Jarba, yang juga menjabat sebagai presiden koalisi.

Kedatangan Delegasi kelompok oposisi Suriah ke AS adalah dalam rangka bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada Kamis (8/5) mendatang. Kedatangan delegasi kelompok oposisi Suriah ke AS bertujuan untuk membicarakan masalah pasokan senjata untuk menyeimbangkan kedudukan oposisi dengan pemerintah Suriah di medan perang.

Delegasi kelompok oposisi Suriah rencananya melakukan perjalanan selama delapan hari di Amerika Serikat dengan didampingi oleh Kepala Staf dari Tentara Pembebasan Suriah, Brigjen Abdelilah Al-Bashir. Kementrian Luar Negeri AS mengatakan pembukaan kantor misi diplomatik oposisi Suriah di Washington bertujuan untuk meresmikan hubungan negaranya dengan kelompok oposisi Suriah.

Nantinya perwakilan kelompok oposisi suriah yang berada di kantor misi diplomatik tersebut akan menjadi penghubung kerjasama antar kedua pihak. Kantor misi diplomatik tersebut rencananya akan ditempatkan tidak hanya di Washington DC, namun juga di New York.

Rencana pembukaan kantor misi diplomatik oposisi Suriah di AS, dikatakan oleh Kementrian Luar Negeri AS adalah bentuk simbolis pengakuan negaranya terhadap kelompok oposisi suriah. Namun, hal ini tidak berarti AS mengakui kelompok oposisi sebagai pemerintah Suriah yang sah dan memberi kekebalan diplomatik terhadap mereka.

"Ini bukan berarti kami mengakui perwakilan kelompok oposisi disini sebagai pemerintah Suriah, kami hanya mengakui oposisi sebagai wakil sah dari rakyat Suriah," ujar Marie Harf, juru bicara Kementrian Luar Negeri AS.

AS juga akan memberi sejumlah fasilitas pada perwakilan kelompok oposisi Suriah di negaranya. Fasilitas ini diantaranya adalah layanan perbankan serta keamanan selama perwakilan kelompok oposisi Suriah bertugas di AS.

Perwakilan kelompok oposisi menilai langkah AS untuk membuka hubungan diplomatik dengan mereka adalah sebuah langkah yang tepat. Hal ini menurut mereka merupakan pukulan diplomatik bagi pemerintahan Bashar Al-Assad, Presiden Suriah.

Dengan pembukaan kantor misi diplomatik kelompok oposisi Suriah di AS, Jarba menilai hal ini dapat memajukan kepentingan warga Suriah. Selain itu, pembukaan kantor diplomatik kelompok oposisi Suriah akan mempererat hubungan warga Suriah yang tinggal di AS dengan pemerintah negara tersebut.

Sebelumnya, pada Maret Kementerian Luar Negeri AS telah membekukan segala bentuk kegiatan di kantor Kedutaan Besar Suriah di negara tersebut. Hal tersebut dilakukan akibat memburuknya hubungan antara AS dan Rusia yang gagal dalam membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang yang terjadi di Ukraina. Rusia menjadi negara utama pendukung Presiden Suriah, Bashar Al-Assad dalam memerangi kelompok oposisi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement