Jumat 09 May 2014 19:38 WIB

Palestina Sebuah Tragedi yang Harus Terus Diperjuangkan

Rep: C67/ Red: Julkifli Marbun
Peta Palestina 1946-2000.
Foto: Juancole.com
Peta Palestina 1946-2000.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Palestina sampai saat ini masih berada pada situasi genting. Masalah Palestina dengan Israel tidak kunjung menemukan jalan damai. Sehingga masalah Palestina merupakan sebuah tragedi, khususnya bagi dunia Islam.

"Berbicara Palestina sesungguhnya berbicara diri kita sendiri," ujar Sekretaris umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Heri Efendi, dalam ceramahnya, pada acara diskusi "Palestina Kewajiban yang Terlupakan", Jumat (9/5), Di Aula utama Masjid UI.

Heri mengatakan, permasalahan Palestina merupakan problem utama umat Islam. Selain itu, kata Heri, masalah Palestina juga masalah Internasional dan masalah kemanusiaan.

Heri menjelaskan, sangat kompleks yang ada di dalam masalah konflik Palestina dengan Israel. Secara geografis, kata Heri, tanah Palestina terletak sangat strategis.

Selain itu, secara geopolitik, Palestina terletak pada perbatasan dengan Asia dengan Afrika. Palestina juga terletak pada jantung umat Islam.

Heri memandang, banyak kekuatan besar secara politik yang berada di belakang Israel. Hal tersebut, lanjut Heri, mengakibatkan diplomasi perdamaian seringkali mengarah kepada jalan yang buntu.

Oleh karenanya, konflik Palestina dengan Israel menurut Heri sangat rumit. Sehingga, sampai saat ini meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh rakyat Palestina serta beberapa dukungan berbagai negara untuk kemerdekaan Palestina tidak kunjung selesai.

Untuk melihat lebih dalam dari konflik antara Palestina dan Israel, Heri menuturkan untuk tidak melupakan sejarah. Dengan melihat sejarah maka, akan mengetahui asal dari konflik tersebut.

Patriot Adinarto, pembicara lainnya dari unsur pemerintah Indonesia memberikan sudut pandang sendiri terhadap konflik Palestina dengan Israel. Patriot menuturkan, pemerintah Indonesia melihat konflik tersebut sebagai sebuah penjajahan Israel atas Palestina.

"Untuk itu kemerdekaan rakyat Palestina harus mereka dapatkan," kata Patriot, Jumat (9/5) seusai acara kepada Republika.

Patriot menegaskan, rakyat Palestina belum merasakan kedaulatan sebagai bangsa. Untuk itu, Indonesia sebagai negara yang memiliki kesamaan dalam kepercayaan Indonesia terus memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

Dukungan pemerintah Indonesia terhadap Palestina sudah terjadi sejak masa kemerdekaan. Hingga saat ini masih terus melakukan diplomasi untuk perdamaian antara Palestina dengan Israel. Selain itu, usaha lainnya juga terus dilakukan pemerintah Indonesia seperti memberikan pendidikan kepada 1000 orang rakyat Palestina untuk pengembangan Infrastruktur dan Pariwisata.

Patriot mengakui bahwa upaya untuk mendamaikan Palestina dengan Israel mendapat banyak kendala. Sehingga, sampai saat ini upaya damai masih belum berhasil secara optimal.

Namun, lanjut Patriot, Indonesia akan selalu berada di belakang Palestina. Selain itu, kata Patriot, Indonesia memiliki misi politik untuk kawasan timur tengah termasuk Palestina antara lain, Indonesia menginginkan kawasan Timur Tengah damai. Selain itu, kawasan Timur Tengah memiliki kesejahteraan. Karena banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah.

Selanjutnya, kata Patriot, Indonesia memiliki misi supaya paham demokrasi dianut oleh negara-negara Timur Tengah. Namun, demokrasi yang dimaksud tidak sepenuhnya menganut demokrasi barat. Terakhir, lanjut Patriot, Indonesia menginginkan Timur Tengah bebas dari senjata nuklir atau pemusnah massal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement