Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Referendum Ukraina Timur Kacau

Senin 12 May 2014 10:56 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas / Red: Muhammad Hafil

 Sejumlah massa relawan berkumpul di Kiev, Ukraina, Selasa (29/4.

Sejumlah massa relawan berkumpul di Kiev, Ukraina, Selasa (29/4.

Foto: AP/Sergei Chuzavkov

REPUBLIKA.CO.ID, DONETSK -- Ukraina Timur menggelar referendum pada Ahad (11/5). Separatis pro Rusia mengklaim perolehan suara telah mencapai 90 persen di daerah Donetsk. Namun, kontributor BBC melaporkan, pelaksanaan referendum ini sedikit kacau.

Tempat pemungutan suara di daerah Donetsk dan Luhansk tidak seperti biasanya, tidak ada bilik suara maupun registrasi pemilih. Pada umumnya setiap orang memilih secara berebutan, memasukan kertas suara ke kotak secara tidak teratur.

Ketua pemungutan suara di Primorsky Mariupol, Sergei Babin mengatakan warga Ukraina timur dari daerah lain bisa memilih di tempatnya. Ia mengatakan identitas mereka dicatat di sana dan panitia akan memastikan mereka tidak memilih di tempat lain.

''Kami melakukan pengecekan ulang suara oleh pemilih tersebut dalam satu hari,'' kata dia dikutip BBC. Para pemilih itu mengerumuni panitia, melakukan voting di meja panitia dan berebutan memasukan kertas ke kotak suara. Ada penggalangan dana juga yang dilakukan di lokasi atas nama Republik Rakyat Donetsk.

Kepala pemungutan suara untuk Republik Rakyat Donetsk, Roman Lyagin mengatakan total suara yang masuk telah mencapai 89 persen. ''10 persen menolak dan 75 persen setuju,'' kata Lyagin.

Kertas suara referendum hanya berisi satu pertanyaan, yaitu 'Apakah Anda setuju dengan berdirinya Republik Rakyat Donetsk?'. Sementara hasil dari wilayah Lugansk belum dirilis. 

Sebelumnya, sebuah insiden pecah antara separatis dan pasukan pemerintah Ukraina. Satu orang dilaporkan tewas. Insiden tembak menembak tersebut terjadi di Krasnoarmiisk, bagian barat Donetsk. Kejadian ini terjadi ketika seorang pria bersenjata berusaha membantu pemerintah Kiev untuk menutup tempat pemungutan suara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA