Rabu 14 May 2014 09:55 WIB

Tuntut Kenaikan Gaji, Misi Diplomatik Brasil Mogok

Bendera Brasil
Foto: blogspot.com
Bendera Brasil

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Pegawai lokal di konsulat Brasil di 17 negara Eropa dan AS memulai pemogokan dua-hari pada Selasa (13/5), sehingga mempengaruhi layanan visa di semua daerah itu cuma beberapa pekan sebelum Piala Dunia.

Perhimpunan Pegawai Lokal di Luar Negeri (Aflex) di Kementerian itu menyatakan pemogokan tersebut dimaksudkan untuk menuntut gaji yang lebih tinggi, kata satu sumber dari Kementerian Luar Negeri Brasil.

Pegawai lokal di misi diplomatik Brasil mengharapkan kenaikan gaji, yang tak berubah selama lebih dari tiga tahun, dan mereka juga menuntut penyusunan jenjang karir dan hak berserikat, kata perhimpunan tersebut.

Pemogokan itu "jelas akan sangat mempengaruhi proses pemberian visa, terutama buat orang asing yang berencana mengunjungi Brasil untuk menyaksikan Piala Dunia", kata perhimpunan tersebut.

Menurut perhimpunan itu, kegiatan konsuler telah dibekukan di kota besar AS seperti New York, Los Angeles, Hartford, San Francisco, Houston dan Atlanta, dan di kota besar Kanada --Montreal serta Toronto, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Pegawai di sembilan konsulat Eropa bergabung dalam pemogokan itu, termasuk di Paris, London, Frankfurt, Jenewa, Roma dan Milan.

Perhimpunan tersebut mengancam akan menghentikan layanan tanpa batas waktu jika tuntutan mereka tak dipenuhi. Itu berarti proses permintaan visa untuk menyaksikan Piala Dunia dapat menjadi prosedur yang rumit dan berlarut.

Kementerian Luar Negeri Brasil menyatakan pegawai lokal di kantor perwakilannya di luar negeri adalah objek kondisi pasar tenaga kerja dan hukum negara setempat, sehingga tak mungkin untuk merundingkan gaji global dan kondisi kerja dengan Aflex.

FIFA World Caup Brasil 2014 akan diselenggarakan dari 12 Juni sampai 13 Juli. Pengemudi bus di Reio de Janeiro, salah satu dari 12 kota besar Brasil yang menjadi tuan rumah Brasil World Cup 2014 mendatang, pada Selasa (13/5) juga memulai pemogokan 48 jam, guna menuntut gaji yang lebih besar. Pemogokan itu membuat pelaju lokal terdampar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement