Rabu 14 May 2014 19:24 WIB

Perusahaan Indonesia Rekrut Pegawai Langsung di Australia

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Guna mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dari luar negeri, beberapa perusahaan Indonesia mulai "menjemput bola" dengan merekrut langsung di Australia. Kesempatan itu muncul lewat Karir Expo Indoenesia (IcarE)  yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dari Universitas Melbourne, Jumat dan Sabtu (16-17/5) mendatang.

Dalam acara selama dua hari tersebut, akan diisi pembicara dari Indonesia dan Australia. Khusus  di malam pembukaan acara, akan menampilkan pembicara dengan tema kemajuan dan masa depan Indonesia di industri kelas dunia.

Para pembicara itu yang sudah dijadwalkan tampil adalah Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mantan Dubes Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad, dan Prof Tim Lindsey, Direktur Centre for Indonesian Law, Islam and Society di Universitas Melbourne.
 
"Ini dalam sepengetahuan kami, merupakan karir expo Indonesia pertama di Australia. Kami dari PPIA di Melbourne University mempunyai visi yaitu menjadi fasilitas bagi pelajar Indonesia untuk memberikan kontribusi positif untuk Indonesia melalui kemampuan yang mereka miliki," demikian keterangan tertulis Lawrencia Jessy Angelica dari pihak penyelenggara kepada L. Sastra Wijaya dari ABC, baaru-baru ini.
 
"Dari visi ini, kami menyelenggarakan ICarE yang bertujuan menjadi penyambung yang baik antara kebutuhan karir pelajar Indonesia di Australia dan kebutuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia atas tenaga kerja yang berkualitas," kata Lawrencia Jessy Angelica.
 
Sekitar 16 perusahaan akan berpartisipasi dalam acara ini antara lain Garuda Indonesia, Astra international, Bank Mandiri, Lippo Karawaci Group, Permata Bank dan Unilever.
 
Disebutkan bahwa beberapa perusahaan yang hadir akan melakukan rekrutmen process on the spot dengan melihat CV dan identitas diri yang akan kemudian diikuti dengan proses wawancara.

 
Perusahaan lainnya seperti Unilever akan membuka pendaftaran bagi para mahasiswa yang tertarik untuk melakukan magang di perusahaan tersebut.
 
Menurut Project Manager ICarE Andreas Budiman, kegiatan ini dibuat memang sebagai medium untuk mempertemukan para lulusan terbaru asal Indonesia di Australia dengan perusahaan yang mungkin akan mempekerjakan mereka.
 
"Dewasa ini, banyak pelajar Indonesia yang meneruskan pendidikan mereka ke Australia. Terlepas dari segi kualitas pendidikan yang cukup tinggi di kedua negara, pengalaman yang didapatkan sangatlah  berbeda. Dari situ, muncul kekhawatiran bahwa tenaga kerja muda ndonesia lebih tertarik untuk bekerja di luar negeri dan menolak untuk kembali ke Indonesia," papar Budiman.
 
"Alangkah baiknya kalau pelajar Indonesia bisa mengkontribusikan kembali knowledge dan experience yang sudah mereka dapatkan di Australia untuk memajukan bangsa Indonesia. Jadi, kami ingin agar pelajar-pelajar Indonesia di Australia bisa ikut menyumbang ilmu dan pengalaman mereka untuk  perkembangan Indonesia,” jelasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement