REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Merespons tuntutan karyawan restoran cepat saji di Amerika Serikat (AS), Presiden Barack Obama sudah mengajukan standar gaji baru. Jika sebelumnya pemerintah federal menetapkan 7,25 dolar AS per jam, Obama meminta menjadi 10 dolar AS per jam.
Kebutuhan hidup yang terus naik, menurut Gedung Putih, menjadi alasan perlunya kenaikan standar gaji minimum pegawai. "Kami mendorong agar upah minimum menjadi 10 dolar AS per jam," kata Obama.
Namun, permintaan itu direspons negatif oleh perusahaan-perusahaan restoran cepat saji di AS. Kongres pun mendukung keberatan korporat dan memilih menolak usulan Gedung Putih tersebut.
Kongres berpendapatan persoalan karyawan dan perusahaan terkait ini tidak ada hubungannya dengan masalah upah. Dalam kondisi seperti ini, menurut Kongres seperti dikutip BBC, Jumat (16/5), karyawan tidak perlu melakukan tuntutan berlebihan kepada majikan mereka.
Pihak manajemen restoran cepat saji juga keberatan dengan mengatakan kenaikan gaji bukan merupakan solusi komprehensif untuk mengatasi kesenjangan pendapatan. "Ini tidak hanya akan merusak bisnis kami tetapi juga menutup peluang untuk membuka lapangan kerja lainnya," demikian pernyataan Asosiasi Restoran AS.