Senin 19 May 2014 22:05 WIB

NATO: Rusia Belum Tarik Pasukannya dari Ukraina

Militer Rusia (ilustrasi)
Foto: Reuters
Militer Rusia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- NATO tidak melihat ada tanda-tanda pasukan Rusia kembali ke pangkalan setelah pelatihan di dekat perbatasan Ukraina. Pernyataan seorang perwira militer NATO pada Senin tersebut bertentangan dengan laporan-laporan kantor berita Rusia.

"Kami belum melihat ada gerakan untuk memvalidasi (laporan) itu," kata perwira tersebut yang berbicara dengan syarat tak disebut namanya.

Kantor Berita Interfax melaporkan sebelumnya bahwa Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan yang mengambil bagian dalam pelatihan di tiga daerah berbatasan dengan Ukraina itu untuk kembali ke tempat mereka ditempatkan secara permanen.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande Jumat memperingatkan Rusia dengan sanksi-sanksi baru signifikan jika Moskow terus meningkatkan perilaku provokatif di Ukraina.

Selama pembicaraan per telepon mereka, pemimpin AS dan Prancis juga membahas pengejaran lebih dari 200 siswi sekolah yang diculik di Nigeria dan satu konferensi di Paris di mana Hollande menjadi tuan rumah akhir pekan ini mengenai memberantas kelompok gerilyawan Boko Haram yang menculik mereka.

"Kedua presiden menggarisbawahi bahwa Rusia akan menghadapi tambahan biaya yang signifikan jika terus berperilaku provokatif dan mengacau," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Obama memuji upaya pemerintah Ukraina untuk menyatukan negara dengan mengadakan pemilihan presiden yang bebas dan adil pada 25 Mei, yang akan menyebabkan proses reformasi konstitusi yang inklusif,'' katanya.

sumber : Antara/AFP/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement