Senin 26 May 2014 09:31 WIB

Ban Serukan Lebanon Bersatu Hadapi Pemilihan Presiden

Ban Ki Moon
Ban Ki Moon

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon Minggu menyerukan para pesaing politik di Lebanon untuk mengakhiri masalah kebuntuan presiden di negara itu.

Seorang juru bicara Ban mengatakan, Sekjen PBB "menyesalkan bahwa Parlemen Lebanon tidak dapat memilih presiden baru dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh konstitusi."

Ban mendesak para pemimpin Lebanon "untuk terlibat secara intensif guna memastikan pemilu presiden baru tanpa penundaan."

Lebanon telah terperosok ke dalam kekosongan kepemimpinan setelah mandat Presiden Michel Sleiman berakhir pada Ahad dengan blok-blok politik yang bersaingmasih terpecah mengenai pemimpin baru.

Selama dua bulan terakhir, parlemen Lebanon menyelenggarakan lima kali persidangan untuk mencoba memilih pengganti Sleiman, tetapi gagal setiap kali karena kurangnya kuorum.

Kelumpuhan politik Lebanon terutama karena keretakan yang mendalam antara dua kamp yang bersaing atas konflik di Suriah, tetangga kuat yang mendominasi Beirut selama 30 tahun sampai tahun 2005.

Juru bicara Ban mengatakan, pemimpin PBB mendesak "para pemimpin Lebanon untuk memastikan terus fungsi efektif dari lembaga-lembaga negara, untuk menjamin bahwa pemerintah mampu mengatasi tantangan yang dihadapi negara, dan memenuhi kewajiban internasional Libanon."

"PBB tetap berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan dengan pemerintah Lebanon, karenanya bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan ini," kata juru bicara itu menambahkan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement