Ahad 01 Jun 2014 19:34 WIB

Jelang Piala Dunia, Ekonomi Brasil Terpuruk

Rep: Elba Damhuri/ Red: Maman Sudiaman
Suasana lokalisasi Vila Mimosa di Rio de Janeiro, Brasil.
Foto: AP/Felipe Dana
Suasana lokalisasi Vila Mimosa di Rio de Janeiro, Brasil.

REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO -- Ekonomi Brasil belum juga menunjukkan kemajuan berarti jelang Piala Dunia 2014. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2014 Brazil hanya 0,2 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 0,4 persen.

Penurunan kinerja ekonomi bersamaan dengan akan dimulainya //kick off// Piala Dunia dan pemilu presiden pada Oktober mendatang. Presiden Brazil Dilma Rousseff tetap mengaku optimistis bahwa Piala Dunia akan mengangkat pertumbuhan ekonomi.

Badan Statistik Brazil menyatakan penurunan kinerja ekonomi terjadi karena tingginya inflasi dan rendahnya investasi masuk. Investasi baik dari dalam maupun luar negeri yang diharapkan tumbuh ternyata tidak bergerak ke arah positif.

Investasi di Brasil turun 2,1 persen pada kuartal pertama 2014 ini. "Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir," demikian pernyataan Badan Statistik Brazil seperti dikutip BBC, Ahad (1/6).

Inflasi Brazil berada di atas enam persen hingga awal 2014 ini, jauh di atas perkiraan dan target bank sentral. Suku bunga pun tinggi di atas 11 persen untuk memerangi laju inflasi.

Kinerja ekonomi yang buruk ini memicu protes sebagian rakyat Brazil. Mereka turun ke jalan-jalan menolak even Piala Dunia dan mendesak pemerintah untuk memperhatikan orang miskin.

Mantan bintang sepak bola Brasil, Ronaldo, termasuk yang berada di garis terdepan menolak pelaksanaan Piala Dunia. Ia lebih memilih uang Piala Dunia digunakan untuk memotong ketimpangan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi rakyat Brazil.

Brasil merupakan negara ekonomi terbesar di Amerika Latin dan terbesar ketujuh di dunia. Krisis keuangan berdampak pada belum siapnya sejumlah venue Piala Dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement