Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pebisnis Hotel Danai Program Pencegahan Bunuh Diri

Senin 02 Jun 2014 22:46 WIB

Red: Maman Sudiaman

Percobaan bunuh diri (ilustrasi)

Percobaan bunuh diri (ilustrasi)

Foto: Abc News

REPUBLIKA.CO.ID, DARWIN -- Kasus bunuh diri di kawasan Teritori Utara memiliki merupakan tertinggi di Australia. Total kasus menghilangkan nyawa sendiri yang dilakukan warga di wilayah ini melebihi total rata-rata kasus bunuh diri nasional.

Prihatin dengan kondisi ini, pelaku bisnis dikawasan ini berinisiatif mendanai sebuah program pencegahan bunuh diri. Program yang diberi nama, Wayback Support Service ini akan menghubungkan antara rumah sakit, dokter dan petugas layanan kesehatan mental untuk memberikan dukungan penuh kepada warga di ujung atas Australia yang berusaha untuk melakukan bunuh diri.

Program ini  merupakan layanan yang sangat dibutuhkan di Kawasan Teritori Utara mengingat kasus bunuh diri di wilayah merupakan yang tertinggi di Australia. Total kasus bunuh diri di Kawasan Teritori Utara mencapai 18.1 kasus per 100 ribu penduduk. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan total rata-rata kasus bunuh diri nasional yang jumlahnya mencapai 10.8 per 100 ribu. Sebanyak 85% dilakukan oleh laki-laki, dibandingkan dengan kasus nasional yang mencapai 75 persen.

Berbicara pada acara peluncuran program di konferensi pencegahan bunuh diri dan kualitas kesehatan ini di Darwin, Jeff Kennett, Direktur beyondblue, -- LSM yang memberikan pelayanan kepada warga yang menderita depresi dan gangguan kesehatan jiwa lainnya -- mengatakan ide program ini muncul pada pesta Natal tahun lalu yang diselenggarakan Asosiasi Hotel Australia di Kawasan Teritori Utara.

"Jika program ini sukses, dan program ini akan dievaluasi oleh pihak independen maka program serupa akan diselenggarakan di seluruh Australia, jadi ini merupakan inisiatif Kawasan Teritori Utara yang sebenarnya dimulai oleh pelaku bisnis hotel,” ujarnya baru-baru ini.

Sekitar 100 orang dilarikan ke Rumah Sakit Royal Darwin setiap tahunnya karena kasus percobaan bunuh diri. Pihak RS memperkirakan antara 6 – 10 orang mendatangi unit gawat darurat dan mengaku memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri setiap hari.

"Jika seseorang berusaha melakukan bunuh diri, kita tahu itu artinya ada faktor resiko yang besar dia akan mengulangi lagi percobaan bunuh diri tersebut dan tiga bulan pertama merupakan masa kritis untuk program pemulihan mereka,” kata Kennett.

"Lebih dari setengah dari pelaku percobaan bunuh diri setelah keluar dari rumah sakit tidak mendapatkan dukungan atau pengobatan lanjutan. Dan yang mengenaskan adalah antara 15 – 25%  dari mereka ternyata kembali melakukan percobaan bunuh diri,”

"Kami berharap dukungan ini akan mampu menyelamatkan nyawa warga yang memiliki resiko bunuh diri,”

Program ini akan diujicobakan selama dua tahun dan menelan biaya sekitar $800 ribu. Program ini berhasil dijalankan oleh organisasi amal Anglicare NT setelah mengikuti sejumlah proses tender.

sumber : abc, radio australia
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA